Waktu kecil dulu, kita mungkin pernah melakukan pertikaian kecil lantaran berebut peran untuk menjadi Ranger Merah dengan teman sepermainan. š¦øāāļøš²Bagaimana tidak? Sosok ini selalu digambarkan paling kuat, paling berani, dan paling menonjol di antara karakter Power Ranger lainnya. Rasanya adalah hal yang wajar kalau semua anak seusia kita dahulu ingin jadi dia.Momen semacam itu jadi pengalaman yang lumrah semasa kita kecil dahulu. Bahkan, bisa menjadi memori yang mewah bila kita mencoba mengingatnya kembali.Akan tetapi, bagaimana jadinya kalau peran di balik topeng superhero, yang mestinya tersimpan rapi dalam ingatan masa kecil itu, justru malah terbawa dan terpasang erat hingga kita dewasa?Nah, Grameds, lewat buku terbaru berjudul Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero, dr. Andreas Kurniawan mengajak kita melihat sisi lain dari ākekuatanā. Bahwa di balik tampilan yang terlihat baik-baik saja, ada bagian diri yang sejak dulu belajar menutupi luka. šSeorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero, Buku Tentang Apa? "Aku merasa menjalani hidup menggunakan topeng."Kalimat ini mungkin terdengar familiar. Bisa jadi pernah terlintas di pikiran, atau bahkan diam-diam kamu rasakan sendiri. Dari kacamata dr. Andreas, banyak orang mengucapkannya di ruang konsultasi. Di luar sana, mungkin lebih banyak lagi yang menyimpannya sendiri.Sejak kecil dulu, kita sering diajarkan untuk menjadi diri sendiri seutuhnya. Akan tetapi, ketika kita benar-benar membuka diri, respon yang datang tidak selalu ramah. Ada penilaian yang membuat ragu, ada penolakan yang membuat kita ingin mundur, Ā ada juga rasa canggung yang sulit dijelaskan, seolah-olah menjadi diri sendiri terasa berisiko.Akhirnya, topeng itu dipakai lagi. Dipakai untuk menampilkan versi diri yang lebih aman, lebih kuat, dan lebih mudah diterima.Temukan Bukunya di Sini!Buku ini mengajak kita memahami bagaimana pengalaman masa kecil membentuk cara kita bertahan hari ini. Dari luar terlihat dewasa yang tangguh, padahal, di dalamnya ada anak kecil yang masih belajar merasa aman.Menembus Celah Diri di Balik TopengLewat gaya yang ringan dan dekat dengan keseharian, dr. Andreas lagi-lagi membawa pembaca masuk ke ruang yang jarang dibicarakan. Menembus ruang di mana rasa takut disembunyikan, juga menembus celah luka yang tampak samar-samar hadirnya.Berangkat dari ruang itu, buku ini hadir untuk mengajak pembacanya menyadari, sekaligus memahami, bahwa apa yang selama ini terasa membingungkan ternyata punya akar yang bisa ditelusuri. Dan dari sana, ada kesempatan untuk mulai mengenal diri sendiri dengan cara yang lebih jujur, lebih tenang, dan lebih transparan.Cerita demi cerita terasa personal, seolah mengingatkan bahwa apa yang kita rasakan bukan sesuatu yang asing; ada banyak orang yang menjalani hal serupa, hanya saja dengan cara yang berbeda.Yuk, Kenalan Sama dr. Andreas Kurniawan! View this post on Instagram A post shared by Ruang Tunggu (@pod.ruangtunggu)Dikenal lewat akun Instagram @dr.ndreamon, dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ adalah psikiater lulusan Universitas Indonesia yang aktif membagikan perspektif tentang kesehatan mental dengan gaya yang ringan dan jenaka.Dari kesehariannya mendengar cerita pasien, dr. Andreas menemukan banyak hal menarik tentang cara manusia berpikir, merasa, dan mencari kebahagiaan.Lewat karya-karyanya, ia mencoba menyampaikan bahwa hidup tak selalu harus sempurna agar bisa bermakna. Setiap perasaan, baik sedih maupun bahagia, punya tempatnya masing-masing. Sikap menerima justru menjadi langkah awal menuju kedamaian batin. Gaya komunikasinya yang santai membuat banyak orang merasa lebih dekat dengan isu kesehatan mental.Selain buku ini, dr. Andreas juga dikenal lewat karya-karya reflektif seperti Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya (2025) dan Seorang Pria yang Menyembuhkan Duka dengan Mencuci Piring (2023). Semua tulisannya punya benang merah yang sama, mengajak pembaca memahami diri dengan cara yang lebih lembut, tanpa menghakimi, dan dengan sedikit tawa di antara air mata.Baca juga: Lagi Lelah dengan Ekspektasi Orang Lain? Coba Teori 'Let Them' dari Mel RobbinsUntuk Kamu yang Juga Bersembunyi Buku Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero karya dr. Andreas Kurniawan, Sp. K.J sudah bisa kamu Pre-Order di Gramedia.com ya, Grameds!Nah, daripada kamu makin penasaran dengan isi bukunya, mending langsung aja ikutan Pre Order buku Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero karya dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ di Gramedia.com! š¤©āØDengan harga Rp89.000 kamu sudah bisa menjadi orang pertama yang membaca buku yang penuh makna kehidupan ini. Tak hanya itu, kamu juga akan mendapatkan bonus tanda tangan penulis serta paper doll yang bisa membuat pengalaman membaca jadi makin berkesan. Temukan Promonya di Sini!Tunggu apa lagi, Grameds? Yuk, langsung ikuti Pre Order Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero sekarang juga. Jangan sampai ketinggalan karena periode ini hanya berlangsung hingga 7 April 2026! Kamu bisa langsung ke Gramedia.com atau ketuk link gambar di bawah ini! Rekomendasi Buku Lainnya!Kalau kamu tertarik dengan tema reflektif seperti ini, ada beberapa buku lain yang bisa kamu pertimbangkan. Yuk, cek judul lainnya di bawah ini:Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring ā dr. Andreas KurniawanTemukan Bukunya di Sini!Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring lahir dari pengalaman personal dr. Andreas Kurniawan sebagai seorang psikiater yang terbiasa menemani orang lain menghadapi kehilangan, hingga akhirnya ia sendiri harus berhadapan dengan duka terdalam, kepergian sang anak. Dari situ, ia menemukan satu cara sederhana untuk tetap bertahan dan menata ulang hidupnya, yaitu lewat aktivitas sehari-hari yang mungkin terasa sepele: mencuci piring.Setiap bagiannya membuka perspektif baru tentang bagaimana manusia bisa tetap melangkah, bahkan dari hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian. Buku ini hadir serupa refleksi hangat bahwa hidup tetap berjalan, pelan-pelan, dengan cara yang tak selalu kita duga. Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya Ā ā Ā dr. Andreas KurniawanTemukan Bukunya di Sini!Buku ini berawal dari kisah seorang pasien perempuan yang pernah berkata kepada psikiaternya bahwa ia ingin terlahir kembali sebagai bunga matahari. Namun, di sesi berikutnya, ia mengubah pendapatnya. āAku ingin menjadi pohon semangka di kehidupan berikutnya,ā katanya. Dari kalimat itu, dr. Andreas Kurniawan mulai menelusuri makna di balik keinginan sang pasien dan bagaimana manusia kerap menafsirkan kebahagiaan dengan cara yang berbeda.Melalui kisah ini, Andreas menghadirkan refleksi mendalam tentang kekecewaan, penyesalan, dan ketidaksempurnaan hidup. Ia menggambarkan bagaimana manusia sering kali berjuang dengan ekspektasi, kehilangan, dan rasa tidak cukup. Tapi, tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan berdamai.Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya cocok buat kamu yang sedang mencari arti keseimbangan dalam hidup. Buku ini menjadi pengingat bahwa rasa kecewa dan ketidaksempurnaan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian alami dari perjalanan manusia untuk mengenal diri sendiri dan menemukan makna di tengah ketidakteraturan hidup. Filosofi Teras ā Henry ManampiringTemukan Bukunya di Sini!Kalau kamu lagi stres, overthinking, atau capek sama drama hidup, Filosofi Teras bisa jadi pelarian paling menenangkan. Di sini Henry Manampiring memperkenalkan filsafat Stoikisme, sebuah ajaran kuno yang mengajarkan kita untuk fokus dengan hal yang bisa dikontrol, dan legowo dengan hal yang berada di luar kendali kita Tapi jangan takut duluan, karena gaya bahasanya super ringan dan dekat banget sama realita anak muda zaman sekarang.Henry menulis dari pengalaman pribadinya menghadapi depresi, jadi setiap halaman terasa jujur dan relevan. Kamu bakal diajak ngelihat kalau ketenangan nggak melulu soal pasrah, melainkan tahu kapan harus melepaskan.Nggak heran kalau buku ini jadi mega best seller dan dinobatkan sebagai Book of the Year di Indonesia International Book Fair 2019. Filosofi Teras adalah bukti kalau mengatur pikiran itu bisa dipelajari dengan cara yang luwes. Filsafat Kebahagiaan ā Fahruddin FaizTemukan Bukunya di Sini!Semua orang ingin bahagia, tapi definisi bahagia itu sendiri bisa sangat berbeda bagi tiap individu. Lewat Filsafat Kebahagiaan, Fahruddin Faiz mengajak kita menyusuri berbagai pandangan tentang makna bahagia dari para pemikir besarāmulai dari Plato, Al-Farabi, Al-Ghazali, hingga Ki Ageng Suryomentaram. Dari sini, kita jadi melihat bahwa kebahagiaan bukan sesuatu yang tunggal, melainkan penuh nuansa dan perspektif.Meski datang dari latar belakang pemikiran yang berbeda, ada satu benang merah yang menghubungkan semuanya: pentingnya mengenal diri sendiri. Buku ini perlahan mengajak kita merenung, bahwa kebahagiaan sejati bukan sekadar tujuan akhir, tapi perjalanan untuk memahami siapa diri kita sebenarnya. Merawat Luka Batin ā dr. Jiemi ArdianTemukan Bukunya di Sini!Merawat Luka Batin mengajak kita melihat lebih dalam ke dalam pikiran sendiriābukan sekadar berpikir positif, tapi memahami bagaimana cara kita berpikir bisa memengaruhi perasaan dan kondisi mental. Ditulis oleh dr. Jiemi Ardian, buku ini membahas bagaimana pola pikir yang keliru sering kali tanpa sadar memperburuk keadaan, terutama saat kita sedang berada di titik terendah.Dengan pendekatan yang hangat dan aplikatif, buku ini membantu kamu mengenali pola pikir yang tidak sehat sekaligus menawarkan cara untuk membentuk pola pikir yang lebih tepat. Nggak cuma untuk mereka yang sedang berjuang dengan luka batin, tapi juga untuk siapa pun yang ingin lebih memahami kesehatan mentalātermasuk caregiver dan penyintas. Sebuah pengingat bahwa proses memahami diri sendiri adalah langkah penting untuk pulih dan bertumbuh. Pada Akhirnya,Sebagai manusia, kita tumbuh dengan cara masing-masing. Ada yang tumbuh dan terlihat kuat sejak awal; sementara di sisi lain, ada pula yang belajar kuat karena keadaan.Buku Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero hadir seperti cermin yang mengajak kita menoleh ke dalam diri. š®Ia mencoba mengingatkan bahwa di balik semua peran yang kita jalani hari ini, ada versi diri yang dulu hanya ingin merasa aman. Versi yang mungkin belum sepenuhnya kita dengarkan.Dan mungkin, langkah pertama yang bisa kita lakukan bukan menjadi lebih kuat, tapi memberanikan diri untuk berhenti sejenak, dan bertanya:Apakah kita masih ingin terus memakai topeng itu,atau mulai belajar melepasnya, secara perlahan? šBaca juga: Dunia Boleh Berlari, Tapi Kamu Boleh Melambat: Mengapa 'Slow Steps' Adalah Izin yang Kamu Butuhkan Saat IniāØJangan lupa juga untuk cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya belanjamu makin hemat dan bermakna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!