Ilustrasi pistol air. Foto: Sichon/ShutterstockDi usia balita, anak sedang berada dalam fase eksplorasi. Mereka cenderung tertarik pada berbagai hal baru, termasuk jenis permainan yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya oleh orang tua.Seperti ibu pemilik akun Instagram @elsyasay yang memperlihatkan anaknya mampu bermain tembak-tembakan dengan fokus dan ketepatan sejak usia 2 tahun. Saat menginjak usia 3 tahun, kemampuannya pun semakin terasah hingga videonya viral dan menarik perhatian berbagai pihak, termasuk PERBAKIN (Persatuan Menembak Indonesia).Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua: apakah minat seperti ini termasuk bakat yang perlu dikembangkan, atau justru sebaiknya dibatasi karena usia anak masih terlalu kecil?Penjelasan Dokter soal Balita Gemar Bermain Tembak-tembakanIlustrasi anak laki-laki main pistol atau tembak-tembakan. Foto: Shutter StockMenurut Dokter Spesialis Anak, dr. Nitish Basant Adnani, Sp.A, anak sebenarnya boleh saja bermain tembak-tembakan selama masih dalam konteks permainan dan berada di bawah pengawasan orang tua.“Pada usia balita, anak masih dalam tahap pengembangan koordinasi, kontrol impuls, dan pemahaman risiko. Jadi, aktivitas yang menyerupai olahraga menembak tidak dilakukan dalam konteks serius,” jelasnya kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.Ia menegaskan, penting bagi orang tua untuk tidak menanamkan konsep menyakiti orang lain dalam permainan tersebut.“Anak boleh bermain selama tidak menanamkan konsep ‘menyakiti orang lain sebagai target’ dan tetap dalam pengawasan orang tua,” tambah dr. Nitish.Untuk latihan menembak yang lebih formal atau terstruktur, sebaiknya ditunda hingga anak lebih besar dan sudah memahami aturan keselamatan serta tanggung jawab.Cara Mengarahkan Minat Anak dengan AmanJika anak menunjukkan minat pada aktivitas yang melibatkan fokus dan ketepatan, orang tua bisa mengarahkannya ke kegiatan lain yang lebih sesuai dengan usianya, seperti:- Melatih koordinasi mata dan tangan melalui permainan lempar tangkap bola- Bermain lempar bola ke keranjang- Menggunakan target edukatif, seperti warna, bentuk, atau angkaSelain itu, penting untuk menekankan bahwa aktivitas tersebut bertujuan melatih fokus dan ketelitian, bukan untuk melukai orang lain.“Orang tua juga perlu memberikan penguatan positif pada proses, seperti fokus, kesabaran, dan usaha, bukan hanya hasil akhir,” ujar dr. Nitish.Manfaat untuk Tumbuh Kembang AnakMeski hanya berupa permainan, aktivitas seperti ini tetap memiliki manfaat untuk perkembangan anak, di antaranya:- Melatih koordinasi mata dan tangan- Meningkatkan konsentrasi dan fokus- Melatih kesabaran serta kontrol diri- Mengenalkan konsep tujuan dan usaha untuk mencapainyaDengan pendampingan yang tepat, minat anak tetap bisa dikembangkan ke arah yang positif tanpa memicu perilaku agresif, Moms!