Sejumlah mobil tangki PT Pertamina (persero) mengisi pasokan tangki BBM di Terminal BBM Pengapon, Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/4/2023). Foto: ANTARA FOTO/Aji StyawanBadan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan energi, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM), tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia memasuki periode arus balik Lebaran 2026.Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait stok BBM. Ia menegaskan per 22 Maret 2026, ketahanan stok BBM nasional berada dalam kondisi sangat memadai, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.Fathul mengatakan penyaluran dari Terminal BBM Pertamina ke berbagai SPBU berjalan lancar. Sehingga kebutuhan bahan bakar masyarakat, terutama yang melakukan mudik, dapat terlayani dengan baik.“Pemerintah, sebagaimana arahan Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menjamin ketersediaan stok dan distribusi BBM, khususnya oleh Pertamina Patra Niaga terus dijaga ketahanannya. Monitoring kualitas juga rutin dilakukan, dan hasilnya sesuai standar pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat merasa aman dan nyaman," kata Fathul melalui keterangan tertulis, Selasa (24/3).Fathul mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135 apabila membutuhkan BBM darurat di perjalanan.Antrean BBM di Kalimantan Barat Berangsur NormalPT Pertamina Patra Niaga siaga di jalur strategis dan wisata memastikan pasokan dan layanan BBM, LPG dan avtur. Foto: PertaminaBPH Migas juga memastikan ketahanan pasokan BBM di Pulau Kalimantan dalam kondisi aman. Khusus di Kalimantan Barat, sejak 20 Maret 2026, suplai BBM ke SPBU terus ditingkatkan.Hal ini sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi Posko Nasional Sektor ESDM Ramadhan & Idulfitri (RAFI) 2026. Sejumlah SPBU di Kota Pontianak juga dioperasikan selama 24 jam untuk mengurangi antrean. Berdasarkan pemantauan per 22 Maret 2026, kondisi antrean kendaraan mulai berangsur membaik.“Langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan masyarakat, terutama saat arus mudik dan arus balik,” jelas Fathul.Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menyebutkan kondisi penyaluran BBM di wilayah Kalimantan Barat per 23 Maret 2026 secara umum berjalan aman dan lancar. Wilayah yang sebelumnya mengalami antrean panjang akibat lonjakan permintaan dan panic buying kini berangsur normal."Kondisi antrean di berbagai SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sudah normal, sementara di Kabupaten Mempawah, Kabupaten Singkawang, dan Kabupaten. Bengkayang dalam kondisi sedang, sementara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak masih terus diupayakan untuk mengurangi antrean yang masih relatif padat,” tutur Widhi.Widhi mencatat, selama periode Satgas 9–22 Maret, penyaluran BBM di Kalimantan Barat tercatat rata-rata 2.749 KL per hari untuk bensin jenis Pertalite dan Pertamax Series, naik 19,8 persen dari normal, dengan puncak kenaikan 54 persen pada 20 Maret. Untuk Solar, penyaluran mencapai 1.420 KL per hari, turun 3,7 persen dari normal, dengan kenaikan tertinggi 20 persen pada 18 Maret."PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan suplai ke SPBU berjalan lancar dengan penambahan mobil tangki serta operasional IT Pontianak selama 24 jam,” tutur Widhi.