KSP M.Qodari, Mendagri Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan keterangan pers di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026). Foto: Zamachsyari/kumparanKepala Staf Presiden M. Qodari menegaskan, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak akan memangkas anggaran pendidikan.Justru Qodari bilang, dengan adanya PHTC, anggaran sektor pendidikan diperkuat."Dengan tetap berjalannya PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) Revitalisasi Sekolah dan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan terhadap anggaran pendidikan. Justru, hal ini membuktikan bahwa anggaran di sektor pendidikan semakin diperkuat," kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).Revitalisasi Sekolah Jadi PrioritasQodari menjelaskan, pemerintah tengah menjalankan Program Revitalisasi Sekolah untuk memastikan akses pendidikan yang layak dan aman."Pemerintah menjalankan Program Revitalisasi Sekolah untuk memastikan bahwa seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, melainkan memastikan: ruang belajar yang aman, lingkungan yang sehat dan fasilitas pembelajaran yang optimal. Ini adalah investasi jangka panjang negara dalam membangun generasi masa depan," ujarnya.Sekolah Rakyat Sasar Kelompok RentanSelain itu, pemerintah juga mengembangkan program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi kelompok masyarakat paling rentan."Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga dari kelompok masyarakat paling rentan, khususnya desil 1 dan 2, sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terjangkau dan berkualitas," ucap dia.Program ini kini memasuki tahap kedua pembangunan."Pelaksanaan Sekolah Rakyat dimulai dari tahap Rintisan, dilanjutkan dengan Sekolah Rakyat Permanen Tahap I, dan saat ini memasuki Tahap II. Pada pembangunan Tahap II ini, ditargetkan menyerap sekitar 58.000 tenaga kerja dan didukung sekitar 5.200 tenaga pendidik," terang dia.Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (31/1/2026). Foto: Pian Ardiansyah/Biro Humas KemensosTarget 500 Sekolah hingga 2029Setiap unit Sekolah Rakyat dirancang menampung sekitar 1.080 siswa per tahun. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 sekolah hingga 2029."Setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang berkapasitas ±1.080 siswa per tahun. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang mampu menjangkau sekitar ±540.000 siswa per tahun," kata Qodari.Ia menegaskan program ini tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga ekonomi."Penting kami tegaskan bahwa Program Revitalisasi Sekolah dan Sekolah Rakyat bukan hanya program di sektor pendidikan, tetapi memiliki dampak ekonomi yang luas atau multiplier effect yang nyata," tandasnya.