Penyidik Satuan Narkoba Polres Cianjur mendatangi lokasi diduga tempat para korban mengonsumsi miras oplosan. Foto: Dok. IstimewaEmpat orang tewas dan satu korban lainnya kritis usai mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.Kasatnarkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, mengatakan kelima korban miras oplosan itu sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Sayang, Cianjur.Namun, empat korban di antaranya tewas dalam kurun waktu dua hari berturut-turut, yakni Rabu (25/3) dan Kamis (26/3). Sementara satu korban lainnya masih dalam perawatan tim medis.“Betul, informasinya para korban usai mengonsumsi miras oplosan. Masih kita dalami, karena peristiwa serupa sempat juga terjadi di wilayah ini,” kata Tatang kepada wartawan, Jumat (27/3).Kepolisian, kata Tatang, masih menyelidiki kasus tersebut dan belum dapat memastikan apakah kematian para korban berkaitan dengan konsumsi miras oplosan atau disebabkan faktor lain.Pasalnya, menurut Tatang, berdasarkan keterangan keluarga, masing-masing korban disebut meninggal dunia akibat penyakit lambung dan jantung.Untuk satu orang korban yang kritis, belum dapat diminta keterangan karena kondisinya masih belum stabil. Saat ini, penyidik masih menunggu hasil diagnosis medis dari pihak rumah sakit.Tatang menyebutkan, jajarannya telah mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat para korban mengonsumsi miras untuk mengumpulkan barang bukti dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi.“Lokasi TKP-nya di Kampung Dangder, Desa Jamali, Kecamatan Mande. Dari rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP memang terlihat dalam rekaman, namun tidak ada indikasi mereka sedang mengonsumsi miras. Namun, penyidik tetap berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.Tatang menjelaskan bahwa keempat jenazah telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing, dan pihaknya telah mencoba berkoordinasi terkait autopsi jenazah.“Keempat jenazah korban tidak dilakukan autopsi karena pihak keluarga tidak berkenan sehingga langsung dimakamkan,” pungkasnya.