Perdana Menteri Thailand sekaligus Pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul. Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERSPerdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menargetkan pemerintahan baru Thailand terbentuk pekan depan. Rencana itu akan diikuti langkah cepat menyusun kebijakan, termasuk merespons gejolak harga minyak.Dalam konferensi pers di Bangkok pada Sabtu (28/3), Anutin mengatakan daftar kabinet akan diajukan untuk persetujuan kerajaan pada Senin (30/3).Ia menegaskan pemerintah barunya nanti segera menyampaikan pernyataan kebijakan ke parlemen agar bisa langsung bekerja.“Kami akan bergerak cepat untuk menyampaikan pernyataan kebijakan kepada parlemen,” kata Anutin, dikutip dari Reuters.Anutin juga meminta maaf atas gejolak harga minyak yang terjadi pada awal Maret.“Saya meminta maaf kepada masyarakat atas gejolak akibat pengelolaan harga minyak,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa Thailand saat ini memiliki cadangan minyak yang cukup untuk sekitar 100 hari.Ia menjelaskan pemerintah sempat menahan harga selama 15 hari, namun perang di Timur Tengah memaksa diambilnya kebijakan baru.Menurut laporan Reuters, pemerintah Thailand kini berencana memangkas pajak minyak dan menyiapkan bantuan untuk meredam dampak kenaikan harga.Sebelumnya, isu pembentukan pemerintahan baru Thailand mencuat imbas dinamika politik pasca pemilu pada Mei 2023, yang diwarnai proses panjang pembentukan koalisi hingga penentuan susunan kabinet pemerintahan.