Ilustrasi ekspor mobil dari China. Foto: YicheBisnis mobil bekas global terdampak akibat pembatasan di Selat Hormuz, Iran merupakan salah satu berita populer kumparanOTO, Sabtu (28/3).Kemudian penjualan mobil listrik di Eropa melonjak diduga imbas perang AS-Iran dan kelangkaan energi, hingga potensi industri otomotif nasional.Selengkapnya rangkuman berita populer kumparanOTO.Gangguan Selat Hormuz, Bisnis Mobil Bekas Global Ikut TerpukulKonflik geopolitik di Timur Tengah menyebabkan gangguan serius pada jalur pelayaran Selat Hormuz, yang vital bagi distribusi global. Akibatnya, ribuan unit mobil bekas tertahan di laut dan pelabuhan tujuan mengalami kemacetan parah, mengakibatkan lonjakan biaya operasional dan jadwal distribusi yang berantakan bagi para eksportir.Imbas Konflik Iran, Penjualan Mobil Listrik Bekas di Eropa NaikKenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga bahan bakar di Eropa, mendorong konsumen untuk mencari alternatif transportasi yang lebih ekonomis. Kondisi ini secara langsung meningkatkan minat terhadap mobil listrik (EV) bekas, yang dinilai lebih rasional dan stabil dari segi biaya operasional dibandingkan kendaraan konvensional.Pakar: Gejolak Energi Global Dorong Industri Otomotif Nasional MenguatPengamat otomotif dari ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menilai industri otomotif nasional menunjukkan ketahanan yang relatif kuat di tengah gejolak energi global. Faktor pendukungnya meliputi kombinasi cadangan energi, kapasitas produksi domestik, serta kebijakan pemerintah seperti program B40 dan DMO batu bara yang menekan ketergantungan impor.