Kontak Mata Bayi Bukan Sekadar Interaksi, Ini Manfaatnya!

Wait 5 sec.

Ilustrasi bayi yang sehat sedang tersenyum Foto: ShutterstockKontak mata antara orang tua dan bayi merupakan salah satu momen awal yang sangat penting setelah kelahiran. Interaksi sederhana ini tidak hanya mempererat kedekatan emosional, tetapi juga menjadi fondasi bagi perkembangan sosial dan kemampuan komunikasi anak di masa depan.Sejak hari-hari pertama kehidupan, bayi sebenarnya sudah mulai belajar mengenali wajah dan ekspresi orang di sekitarnya melalui kontak mata. Meski penglihatannya belum sempurna, stimulasi ini berperan besar dalam membantu bayi memahami dunia serta membangun respons terhadap lingkungan.Tahapan Kontak Mata Bayi Menurut Dokter AnakIlustrasi bayi tertawa. Foto: sutlafk/ShutterstockMenurut dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, kemampuan kontak mata bayi berkembang secara bertahap sejak lahir.“Sejak usia beberapa hari, bayi sudah bisa melakukan kontak mata walaupun penglihatannya masih belum jelas. Memasuki usia 1–2 bulan, bayi mulai bisa mempertahankan kontak mata dan memperhatikan wajah orang tuanya,” jelas dokter yang praktik di Brawijaya Hospitals Antasari itu.Pada usia ini, bayi juga mulai menunjukkan social smiling, yaitu tersenyum sebagai respons terhadap interaksi, terutama saat diajak bicara. Selain itu, bayi mulai mampu mengikuti objek yang bergerak dan semakin aktif berinteraksi dalam kegiatan sehari-hari, seperti saat menyusu, mengganti popok, atau tummy time.Memasuki usia 6 bulan, perkembangan sosial bayi semakin terlihat. Bayi mulai menoleh saat dipanggil, merespons permainan sederhana seperti cilukba, serta mengeluarkan suara babbling sebagai bentuk komunikasi awal.Namun, pada fase ini juga biasanya muncul stranger anxiety, yaitu rasa tidak nyaman saat bertemu orang asing.Orang tua perlu waspada jika bayi menunjukkan beberapa tanda berikut:- Tidak menunjukkan minat untuk berinteraksi- Tidak merespons saat dipanggil- Tidak melakukan kontak mata- Belum mengoceh hingga usia 12 bulan“Jika tanda-tanda tersebut terlihat, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak untuk evaluasi lebih lanjut, karena kemungkinan terjadi gangguan perkembangan,” pesan dr. Reza.