Varian COVID BA.3.2 Terdeteksi di 25 Negara Bagian AS

Wait 5 sec.

Ilustrasi Virus Corona. Foto: kumparanVarian baru COVID-19 bernama BA.3.2 dilaporkan telah terdeteksi di 25 negara bagian di Amerika Serikat (AS) pada Rabu (25/3).Temuan ini menjadi perhatian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), meski hingga kini belum ada bukti bahwa varian tersebut menyebabkan gejala yang lebih parah.CDC menyatakan varian BA.3.2 masih dalam tahap pemantauan, demikian seperti dilansir Fox News. Deteksi dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari sampel pasien, pelaku perjalanan internasional, hingga pemantauan air limbah (wastewater surveillance).“CDC terus memantau varian SARS-CoV-2 untuk mendeteksi perubahan yang dapat memengaruhi penularan, tingkat keparahan, serta efektivitas vaksin dan pengobatan,” tulis CDC dalam keterangan resminya.Laporan yang diangkat media Newsweek menyebut, varian BA.3.2 menjadi sorotan karena memiliki jumlah mutasi yang tinggi. Varian ini berpotensi memengaruhi kemampuan virus dalam menghindari imunitas. Penyebarannya di AS disebut sudah mencakup negara bagian besar seperti California, New York, Texas, dan Florida, meski belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah.Sementara itu, laporan dari jaringan Fox News menyoroti bagaimana varian ini terdeteksi. Selain dari sampel klinis dan air limbah, BA.3.2 juga ditemukan melalui pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional.Ilustrasi berlibur di tengah kondisi COVID-19. Foto: Ground Picture/ShutterstockDeteksi tersebut termasuk dalam program surveilans di pintu masuk internasional, dengan sampel yang diambil dari penumpang dan limbah pesawat di beberapa bandara besar, seperti Bandara Internasional San Francisco, John F. Kennedy, dan Washington Dulles.“Program surveilans di pintu masuk internasional membantu mendeteksi varian baru sejak dini melalui sampel pelaku perjalanan,” jelas laporan tersebut.CDC menegaskan, temuan di bandara tersebut merupakan bagian dari sistem deteksi dini, bukan indikasi adanya lonjakan kasus di lokasi tersebut. Temuan lain menunjukkan varian ini juga mengalami peningkatan di Eropa. Dalam periode November 2025 hingga Januari 2026, deteksi mingguan varian tersebut tercatat mencapai sekitar 30 persen dari total kasus yang diidentifikasi di Denmark, Jerman, dan Belanda.Hingga kini, varian BA.3.2 juga belum dikategorikan sebagai varian yang mengkhawatirkan (variant of concern), namun tetap dipantau untuk melihat potensi penyebaran dan dampaknya.