Nuon Perkuat Ekosistem Digital Lifestyle, Dorong Monetisasi Lokal

Wait 5 sec.

CEO Nuon Aris Sudewo memberikan sambutan dalam agenda Nuon Media Update 2026. Foto: Telkom.PT Nuon Digital Indonesia (Nuon), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, mempertegas perannya sebagai lokomotif pertumbuhan ekosistem digital lifestyle nasional. Di tengah besarnya potensi pertumbuhan industri hiburan digital, Nuon memposisikan diri sebagai platform penghubung antara konten, distribusi, dan monetisasi untuk menangkap potensi nilai ekonomi yang selama ini belum optimal tergarap di dalam negeri.Laporan e-Conomy SEA 2025 memproyeksikan sektor media online Indonesia mencapai USD10–12 miliar pada 2026–2027. Dengan lebih dari 190 juta konsumen digital dan sekitar 175 juta pemain gim aktif, Indonesia merupakan salah satu pasar digital terbesar di kawasan.Meski demikian, sebagian monetisasi konten digital masih terkonsentrasi pada platform global, menciptakan value leakage yang membatasi optimalisasi nilai tambah domestik.CEO Nuon, Aris Sudewo, menyampaikan bahwa posisi Nuon berada pada titik krusial rantai nilai digital yakni di sisi distribusi dan monetisasi. Menurutnya, kekuatan utama Nuon terletak pada penguasaan simpul distribusi digital.Dengan dukungan infrastruktur konektivitas terbesar di Indonesia, Nuon berada pada posisi strategis untuk menghubungkan konten, pengguna, dan monetisasi dalam satu ekosistem yang utuh.“Kami memikul mandat untuk menekan value leakage sekaligus memastikan ekosistem digital nasional tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar digital terbesar, kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Aris.Ekosistem Digital Lifestyle yang TerintegrasiNuon mengembangkan layanan Gaming-on-Demand HELD yang tengah memasuki tahap playtest. Foto: Telkom.Keunggulan kompetitif Nuon bertumpu pada kemampuannya mengintegrasikan penciptaan IP (intellectual property), distribusi platform, sistem pembayaran, serta pemanfaatan insight perilaku konsumen dalam satu ekosistem yang saling terhubung.Nuon memang memiliki dukungan ekosistem digital TelkomGroup yang mencakup lebih dari 158 juta pengguna seluler dan 11 juta broadband households, serta potensi addressable market lainnya yang mencapai 182 juta pengguna seluler dan lebih dari 4 juta broadband households.Dengan potensi market tersebut, Nuon tidak sekadar memperluas jangkauan tetapi mengoptimalkan konversi, retensi, dan monetisasi secara end-to-end. Integrasi ini menciptakan model bisnis berbasis ecosystem flywheel yang meningkatkan nilai ekonomi per pengguna secara berkelanjutan.Melalui integrasi Direct Carrier Billing (DCB), Nuon juga membuka jalur pembayaran alternatif yang menjangkau segmen unbanked dan underbanked. Skema ini tidak hanya memperluas akses konsumen terhadap konten digital premium, tetapi juga memperbesar potensi konversi dan revenue stream bagi kreator serta mitra konten.Di saat yang bersamaan, Nuon tengah mengelola distribusi gim dan top-up digital melalui UPOINT.ID serta penyediaan voucher gim ke berbagai operator dan mitra distribusi nasional. Sementara di lini musik, Nuon menghadirkan Langit Musik dan Langitku sebagai platform streaming dan agregasi, didukung dengan layanan musik latar PlayUp untuk memperluas monetisasi musisi lokal.Pengembangan layanan Gaming-on-Demand HELD juga sedang memasuki tahap playtest, serta layanan ticketing melalui Tiketapasaja.com untuk memperkuat lini live experiences.Aris menuturkan pengembangan IP lokal menjadi fokus strategis pihaknya pada 2026 guna meningkatkan kepemilikan aset kreatif domestik dan daya saing global. Sinergi antarlini yang ada, paparnya, membentuk ekosistem terintegrasi yang meningkatkan user lifetime value sekaligus memperkuat posisi Nuon dalam rantai nilai digital nasional.Ia menambahkan dengan struktur bisnis yang terintegrasi dari penciptaan IP hingga monetisasi, Nuon berkembang menjadi strategic digital asset dalam portofolio Telkom Group. Model ini, lanjutnya, tidak hanya memperluas revenue stream non-konektivitas, tetapi juga memperkuat kendali atas nilai ekonomi digital domestik.“Dalam jangka panjang, integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri kreatif nasional sekaligus mendorong kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” imbuh Aris.