ID FOOD Akui Perang di Iran Mulai Ganggu Impor Pangan RI

Wait 5 sec.

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo. Kementerian BUMN melakukan pergantian Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD dengan menetapkan Ghimoyo sebagai Direktur Utama menggantikan Sis Apik Wijayanto. Foto: Dok. ID FOODPerang di Iran terasa dampaknya ke sektor pangan di Tanah Air. Holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, mencatat tekanan mulai muncul terutama pada komoditas impor.Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menjelaskan gejolak global berdampak pada kenaikan harga bahan pangan, khususnya daging impor. Kenaikan kurs dan harga di negara asal impor turut mendorong tekanan biaya.“Daging itu pasti dengan kurs yang naik dan harga yang di sana naik. Itu pasti berdampak," kata Ghimoyo dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR, Senin (30/3).Ghimoyo menjelaskan secara umum industri pangan tengah menghadapi tekanan dari berbagai faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik, perubahan iklim, hingga keterkaitan erat antara sektor energi dan pangan. Kondisi tersebut memicu volatilitas harga yang semakin sulit diprediksi.Menurut Ghimoyo, perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel yang berujung pada penutupan Selat Hormuz dan terganggunya infrastruktur strategis di kawasan Teluk Persia turut mengacaukan rantai pasok energi dan logistik global. Dampaknya, harga pangan berpotensi melonjak dan memicu risiko terhadap ketahanan pangan, khususnya bagi negara pengimpor.ID FOOD serap gula petani. Foto: Dok. ID FOODSelain faktor geopolitik, ancaman juga datang dari perubahan iklim. Ghimoyo mengutip proyeksi badan meteorologi internasional yang memperkirakan peluang El Nino mencapai 60 persen pada musim panas 2026, bahkan berpotensi meningkat menjadi Super El Nino di akhir tahun ini.“Fenomena ini mengancam ketahanan pangan karena pola cuaca ekstrem yang ditimbulkannya,” ujar Ghimoyo.Ghimoyo juga menyoroti hubungan erat antara energi dan pangan, terutama dengan meningkatnya penggunaan komoditas pertanian sebagai bahan baku biofuel. Hal ini dinilai bisa mendorong kenaikan permintaan, sekaligus mempengaruhi harga komoditas di pasar.Dalam menghadapi tekanan global tersebut, ID FOOD menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan nasional.“Mempertimbangkan kondisi global yang mempengaruhi stabilitas pangan, ID FOOD akan mengambil peran dalam stabilisasi harga pangan dan menjadi stabilisator ekosistem pangan nasional yang membangun ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal untuk mengantisipasi guncangan geopolitik, iklim, dan krisis energi,” tegas Ghimoyo.