Perang di Iran Belum Selesai, Bahlil Imbau Warga Konsumsi BBM dan LPG Secukupnya

Wait 5 sec.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia usai melepas rombongan mudik sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Selasa (17/3). Foto: Argya Maheswara/kumparanMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta masyarakat membatasi konsumsi BBM dan LPG di tengah krisis energi imbas eskalasi perang AS-Israel dengan Iran. Ia juga tidak mau masyarakat panic buying.Bahlil mengatakan pemerintah mengoptimalkan produksi BBM baik dari kilang maupun pengadaan dari impor dari negara selain Timur Tengah, namun penyimpanan cadangan minyak mentah nasional sekarang berkisar 21 sampai 28 hari."Saya ingin menyampaikan bahwa tolong kita memakai energi dengan bijak. Tolong SPBU ini bukan untuk industri, tolong dipakai dengan bijaksana," tegas Bahlil saat kunjungan kerja di wilayah Jawa Tengah yang disiarkan secara daring, Kamis (26/3).Bahlil mencontohkan masyarakat bisa memasak dengan LPG secukupnya dan jangan terlalu boros. Sementara untuk BBM, dia mengimbau masyarakat dapat mengurangi pembelian secara harian."Kalau satu hari katakanlah cukup, contoh ya, cukup 30 liter, 40 liter, ya itu cukup. Tidak usah ada rasa panic buying, tidak perlu ada. Jadi pakailah dengan secukupnya," jelasnya.Selain itu, Bahlil juga meminta agar kendaraan-kendaraan industri untuk bijaksana dalam membeli BBM, apalagi menggunakan jenis bersubsidi. Dia juga meminta agar tidak ada praktik penimbunan."Saya mohon kepada saudara-saudara saya yang oknum-oknum melakukan penimbunan, mohon lihatlah Ibu pertiwi sekarang lagi membutuhkan anak-anak Ibu pertiwi yang bijak. Kalau kita cinta negara kita, kalau kita cinta rakyat kita, janganlah kita melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya untuk dilakukan," kata Bahlil.Bahlil menjelaskan Indonesia masih bisa mendatangkan minyak mentah dari negara lain untuk mensubstitusi 20 persen porsi impor dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz, yang kini tengah diblokade Iran.Meski begitu, dia menegaskan perlu kerja sama dari masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya agar tidak melakukan pemborosan energi."Kami bisa mendatangkan minyak seperti apa yang telah kami lakukan dalam waktu beberapa bulan terakhir dalam kondisi krisis. Tetapi kalau rakyat tidak bisa memakai ini dengan bijak, ya berarti kan tidak saling mendukung," tutur Bahlil.