Sebagian Besar Indeks Wall Street Ditutup Melemah karena Potensi Perang Meluas

Wait 5 sec.

New York Stock Exchange (NYSE) di Wall Street, New York City. Foto: Angela Weiss / AFPIndeks saham utama Wall Street sebagian besar ditutup melemah pada perdagangan Senin (30/3) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada Iran serta potensi meluasnya perang di Timur Tengah yang menutup optimisme pembicaraan AS dengan Iran.Dikutip dari Reuters, Selasa (31/3), Indeks Dow Jones Industrial Average memang naik 49,50 poin atau 0,11 persen ke 45.216,14. Namun, S&P 500 turun 25,13 poin atau 0,39 persen ke 6.343,72, dan Nasdaq Composite melemah 153,72 poin atau 0,73 persen ke 20.794,64.Saat ini, Trump mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan serius dengan hal yang disebutnya sebagai ‘rezim yang lebih masuk akal’ untuk mengakhiri perang. Namun, ia kembali mengancam akan membuka Selat Hormuz atau melakukan serangan terhadap ladang minyak dan pembangkit listrik Iran. Di sisi lain, Iran menilai proposal perdamaian dari AS tidak realistis.Pada saat yang sama, kondisi perang terus meningkat. Milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman turut masuk ke dalam perang pada akhir pekan.Dengan begitu, investor terguncang oleh ketidakpastian seputar perang di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi.Pekerja melihat pergerakan saham dari layar monitor di Wall Street di New York City. Foto: Eisele / AFP“Pemerintah terus mengirimkan sinyal yang campur aduk. Ketika pernyataan terdengar positif dan dipercaya, hal itu membantu pasar. Namun jika ada indikasi pendekatan yang lebih agresif, pasar akan langsung melemah,” kata Rick Meckler, analis di Cherry Lane Investments.Saham teknologi menjadi salah satu penekan terbesar pada S&P 500, dengan indeks semikonduktor turun 4,2 persen.Indeks energi S&P 500 ditutup turun 0,9 persen meskipun harga minyak naik pada hari tersebut. Minyak Brent berada di jalur kenaikan bulanan tertinggi dalam sejarah, sementara minyak mentah AS ditutup di atas USD 100 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022.Di sisi lain, indeks sektor keuangan naik 1,1 persen setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengeluarkan pedoman yang telah lama ditunggu-tunggu untuk memperjelas bagaimana pengelola dana dapat memasukkan aset alternatif ke dalam rencana pensiun.Saham perusahaan manajer aset menguat, dengan Blackstone naik 3,3 persen dan KKR menguat 2,1 persen.Meski demikian, komentar dari Ketua The Fed, Jerome Powell memberikan sedikit dukungan pada saham. Powell mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang tampaknya tetap terjaga meskipun terjadi guncangan energi saat ini dan The Fed belum perlu mengambil keputusan terkait langkah kebijakan atas situasi terbaru.Donald Trump dan Jerome Powell Foto: Carlos Barria/ReutersPelaku pasar uang kini tidak lagi memperkirakan adanya pelonggaran kebijakan dari The Fed tahun ini, dibandingkan sebelumnya yang memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga sebelum perang dimulai, menurut alat FedWatch milik CME Group.Di Bursa Efek New York (NYSE), saham yang turun lebih banyak dibandingkan yang naik dengan rasio 1,14 banding 1. Tercatat 147 saham mencetak level tertinggi baru dan 340 saham mencapai level terendah baru.Sementara di Nasdaq, 2.021 saham naik dan 2.794 saham turun, dengan rasio saham turun terhadap naik sebesar 1,38 banding 1.Volume perdagangan di bursa AS mencapai 18,85 miliar saham, dibandingkan rata-rata sekitar 20 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.