Orang tua Vidi Aldiano, Harry Kiss dan Besbarini, saat ditemui di makam Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (29/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanPenggemar Vidi Aldiano (Vidies) yang tergabung dalam gerakan 'Vidi Tetap Hidup' mengenang momen pertemuan terakhir mereka dengan sang idola saat berziarah di hari ulang tahunnya, Minggu (29/3).Momen terakhir itu terjadi dalam suasana hangat saat acara buka puasa bersama. Perwakilan penggemar, Susan, mengatakan bahwa kebersamaan tersebut terasa lebih intim dibandingkan pertemuan lainnya.Dalam kesempatan itu, Vidi bahkan membawakan sejumlah lagu yang jarang dinyanyikan di panggung.“Mungkin yang kita tahu terakhir itu kita bertemu saat buka puasa bersama. Di situ Vidi menyanyikan lagu yang belum pernah dinyanyikan saat live,” ujar Susan saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Minggu (29/3).Ia menambahkan, para penggemar juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung, termasuk meminta lagu yang ingin dibawakan oleh Vidi.Penggemar Vidi Aldiano (Vidies) yang tergabung dalam gerakan Vidi Tetap Hidup, berziarah ke makam Vidi Aldiano dalam rangka merayakan ulang tahun almarhum di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (29/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan“Dia sempat nanya, ‘Kalian mau saya nyanyi lagu apa?’ Jadi request lagu-lagu lama yang selama ini nggak pernah dinyanyikan saat show, dinyanyikan dan itu berkesan sekali,” lanjutnya.Bagi para penggemar, kebersamaan itu menjadi salah satu kenangan terakhir yang begitu berarti.Perwakilan lainnya, Radit, menyebut setelah momen tersebut kondisi kesehatan Vidi mulai menurun sehingga jarang tampil di hadapan publik.“Terakhir itu juga kan dia sudah turun kesehatannya, jadi jarang ada tampil,” ucap Radit.Ia pun menegaskan bahwa pertemuan saat buka puasa bersama itu menjadi salah satu momen terakhir bersama sang idola.“Dibilang tahun lalu itu benar-benar terakhir tampil sama fans sih,” tutupnya.Di sisi lain, untuk memperingati ulang tahun Vidi tahun ini, para penggemar menginisiasi gerakan bertajuk Vidi Tetap Hidup sebagai upaya menjaga kenangan sekaligus meneruskan nilai-nilai kebaikan yang selama ini ditunjukkan sang idola.Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama dan pengajian, baik secara langsung maupun daring pada Sabtu (28/3) malam.Pada Minggu (29/3), mereka menggelar ziarah ke makam dan melanjutkan kegiatan dengan santunan ke panti asuhan sebagai bentuk aksi sosial.