Dari Jepang, Bahlil Tanggapi Kabar Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 1 April

Wait 5 sec.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ikut mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Jepang, Senin (30/3/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat PresidenMenteri ESDM Bahlil Lahadalia merespons soal rencana kenaikan harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026. Menurutnya, BBM nonsubsidi memang akan terus mengikuti harga pasar.Di sela-sela forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo yang dihadiri bersama Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menjelaskan penyesuaian harga BBM sudah memiliki dasar berupa Peraturan Menteri ESDM mengenai formulasi harga BBM untuk industri dan non industri.“Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” kata Bahlil di Jepang, Senin (30/3) malam.“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri? Adalah bensin RON 95, 98 itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab masa pakai minyak subsidi ya kan,” lanjutnya.Dengan begitu, Bahlil juga menjelaskan hal yang menjadi fokus negara adalah BBM subsidi. Untuk itu, Bahlil juga memastikan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan harga BBM subsidi sesuai kondisi masyarakat.Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTOPrabowo juga akan mengeluarkan kebijakan terkait BBM subsidi dalam waktu dekat. “Nah tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya Insya Allah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insya Allah baik. Nanti tunggu tanggal mainnya ya,” ujarnya.Meski saat ini harga minyak dunia sudah berada di atas level USD 100 per barel, untuk BBM subsidi Bahlil menyebut kondisinya di dalam negeri juga masih stabil. Ke depan, pemerintah juga akan terus memperhatikan rakyat kecil perihal BBM subsidi.“Harga sekarang sudah mencapai 115 dolar AS. Di dalam negeri masih stabil. Insya Allah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil. Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” kata Bahlil.Sebelumnya beredar kabar sejumlah produk BBM nonsubsidi Pertamina akan naik 1 April 2026 dengan selisih harga yang cukup tinggi. Misalnya Pertamax pada Maret 2026 harga jualnya di Rp 12.300 per liter dikabarkan naik Rp 5.550 menjadi Rp 17.850 per liter pada April. Pertamax Green dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 19.150 per liter.Petugas mengisi BBM jenis Pertamax ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/3/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTOKemudian, Pertamax Turbo dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.450 per liter. Pertamax Dex dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.950, dan Dexlite dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp Rp 23.650 per liter.Terkait kabar ini, Pertamina sudah membantahnya. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dari Pertamina."Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," kata Roberth melalui keterangan tertulis, Senin (30/3).Masyarakat bisa mendapatkan informasi resmi harga BBM Pertamina melalui www.pertamina.com. Roberth meminta masyarakat juga menggunakan BBM dengan baik."Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," tutur Roberth.