SPPG Kemayoran Rutin Evaluasi, Tak Mau Dapur Ditutup Lagi karena Masalah Etika

Wait 5 sec.

Situasi persiapan pelaksanaan kembali Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Jakarta Pusat, Kemayoran (31/3/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparanSatuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat, memperketat pengawasan dan evaluasi terhadap para relawan dapur pembuat program Makan Bergizi Gratis. Langkah tegas ini diambil berkaca pada insiden masa lalu yang berujung pada penutupan fasilitas dapur.Kepala SPPG Harapan Mulia, Fakhri Irfan Pribadi, membenarkan bahwa kedisiplinan dan sikap para relawan atau karyawan kini menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan program tersebut.Sebagai bentuk mitigasi agar insiden tersebut tidak terulang, pengelola kini menerapkan sistem evaluasi berkala yang ketat. Penilaian terhadap kinerja para pekerja dapur dilakukan setiap satu hingga dua pekan sekali."Oke, balik lagi, tadi dievaluasi kemampuan SDM relawan. Kami setiap satu minggu sekali atau dua minggu sekali melakukan evaluasi terhadap relawan," ungkap Fakhri saat memantau persiapan distribusi makanan di SPPG Harapan Mulia, Kemayoran, Selasa (31/3).Situasi persiapan pelaksanaan kembali Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Jakarta Pusat, Kemayoran (31/3/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparanFakhri menjelaskan, evaluasi tersebut tidak hanya berfokus pada etika kerja, melainkan juga mencakup standar kebersihan diri (personal hygiene) dari masing-masing individu. Selain itu, pemahaman relawan terhadap standar gizi juga terus diperbarui.Situasi persiapan pelaksanaan kembali Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Jakarta Pusat, Kemayoran (31/3/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparanHal ini dinilai krusial untuk memastikan kualitas porsi Makan Bergizi Gratis tetap terjaga dan aman sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat di sekolah maupun posyandu."Baik itu edukasi gizi, kemudian pelatihan relawan, dan lain sebagainya. Termasuk personal hygiene relawan serta pemahaman gizi sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat," tutupnya.