Ilustrasi Wisatawan di Thailand. Foto: anek.soowannaphoom/ShutterstockPemerintah Thailand tengah mempertimbangkan perubahan kebijakan terkait masa tinggal bebas visa bagi turis asing. Kementerian Luar Negeri Thailand berencana mengusulkan pengurangan durasi bebas visa dari 60 hari menjadi 30 hari.Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkaeo, menyampaikan bahwa kebijakan bebas visa 60 hari sebelumnya diterapkan untuk mendorong sektor pariwisata, yang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut.Namun, setelah dilakukan evaluasi oleh komite kebijakan visa yang dipimpin Kementerian Luar Negeri, durasi 60 hari dinilai terlalu panjang untuk kebutuhan wisata pada umumnya. "Sebagian besar turis tidak memerlukan waktu tinggal selama itu, sehingga 30 hari dianggap sudah cukup untuk tujuan wisata," ujar Sihasak, seperti dikutip dari The Thaiger.Ilustrasi Wisatawan di Thailand. Foto: anek.soowannaphoom/ShutterstockTak hanya itu, Pemerintah Thailand juga menyoroti potensi penyalahgunaan kebijakan tersebut. Masa tinggal yang terlalu lama dikhawatirkan dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang masuk bukan untuk tujuan wisata, termasuk mereka yang ingin menetap tanpa visa yang sesuai.Dalam usulan terbaru, turis dari negara yang saat ini mendapatkan fasilitas bebas visa tetap dapat mengajukan perpanjangan masa tinggal hingga 30 hari jika diperlukan.Sihasak menegaskan bahwa kebijakan ini tidak ditujukan untuk negara atau kewarganegaraan tertentu. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pengawasan, termasuk menekan aktivitas jaringan penipuan online yang diduga memanfaatkan kemudahan akses masuk ke Thailand.Jika disetujui, kebijakan ini akan menjadi penyesuaian penting dalam menjaga keseimbangan antara kemudahan akses wisata dan keamanan nasional.