Iko Uwais debut jadi sutradara lewat film Timur. Foto: Dok. Uwais PicturesAktor Iko Uwais menjadi eksekutif produser dalam film Ikatan Darah yang dijadwalkan tayang pada 30 April mendatang. Sebagai aktor laga yang juga telah menembus Hollywood, Iko menilai terdapat perbedaan dalam penyajian adegan laga antara film Indonesia dan film Hollywood.Menurutnya, gaya bertarung dalam film Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, terutama dari segi gestur dan bahasa tubuh para aktornya.“Kalau dilihat dari film action spesifik fighting, sudah tervalidasi ya. Film Captain America kemarin kan terinspirasi, ada beberapa scene kita yang diambil sama mereka. Tapi balik lagi dengan gestur dan body language kita, saya yakin bakal beda jauh,” kata Iko Uwais di sela konferensi pers perilisan trailer dan poster Ikatan Darah di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).Iko Uwais dalam Konferensi Pers terkait dugaan penganiayaan yang menjeratnya di Rumah Umara, jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa (14/6). Foto: Giovanni/kumparanSuami Audy Item itu menyebut bahwa adegan laga dalam film Indonesia tidak hanya menampilkan pukulan dan tendangan semata, tetapi juga menghadirkan unsur chemistry dan ritme gerakan yang membuatnya terasa berbeda.“Satu adegan fighting itu bukan cuma pukul tendang kena. Kita punya semacam ‘dance’, kita punya chemistry yang bisa memberikan rasa satu sama lain,” tuturnya.Menurut Iko, pendekatan seperti itu jarang ditemui dalam film-film laga Hollywood.“Saya bilang sangat jarang di beberapa tempat ataupun lintas negara kita memberikan rasa itu dengan setulus itu,” tambahnya.Aktor kelahiran 1983 itu juga menilai Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di mata dunia. Salah satu faktor yang membuat Indonesia dilirik secara global adalah kekayaan budaya yang dimilikinya.“Dari segi pembuatan, koreografi, sampai ‘keseksian’ Indonesia. Maksudnya, Indonesia sekarang mulai dilirik dunia karena punya culture yang mungkin berbeda buat mereka, juga gaya-gaya yang mungkin tidak mereka miliki,” katanya.Iko Uwais saat konferensi pers peluncuran trailer dan poster Ikatan Darah di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparanIa menambahkan kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, memiliki tradisi dan gaya yang kaya sehingga menjadi nilai lebih dalam industri film.“Jadi Asia Tenggara ini bisa dibilang, Indonesia spesifiknya, kita punya lumayan kaya lah. Tradisinya yang kaya, gayanya yang kaya dan pembuatan sekarang di dunia film,” lanjutnya.Selain itu, Iko menilai perkembangan produksi film Indonesia saat ini sudah menunjukkan kualitas yang semakin baik. Ia pun optimistis karya-karya dari Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.“Alhamdulillah bisa dilihat dari segi kualitas dan penggarapan film kita itu udah nggak bisa dipandang sebelah mata,” tutupnya.Sebagai aktor laga, Iko juga melihat peluang besar bagi generasi baru untuk menjadi penerus dalam industri film laga Indonesia.“(Regenerasi) memungkinkan, soalnya enggak laki-laki, enggak perempuan, ataupun anak kecil. Tanpa kita lihat kasat mata, sebenarnya banyak banget bakat-bakat terpendam. Ada yang punya background yang mumpuni, kenapa nggak kita coba,” ujarnya.Film Ikatan Darah sendiri merupakan film bergenre action thriller garapan rumah produksi miliknya, Uwais Pictures. Ia mengatakan bahwa film-film yang diproduksinya ke depan akan banyak berfokus pada genre laga.Ikatan Darah turut dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, seperti Livi Ciananta, Derby Romero, Ismi Melinda, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Agra Piliang, Dimas Anggara, Rama Ramadhan, hingga Lydia Kando.