Stok beras di Gudang Bulog Pekandangan Kabupaten Indramayu (31/5/2024). Foto: kumparanMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan stok beras nasional mencapai 4,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Ia mengatakan angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 4,2 juta ton.Amran menyebut capaian ini menegaskan posisi ketahanan pangan nasional yang semakin kuat di tengah dinamika global.“Ini tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan bulan depan kita perkirakan bisa mencapai 5 juta ton,” ujar Amran melalui keterangan tertulis usai rapat hilirisasi bersama BUMN Pangan di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (30/3).Menurutnya, lonjakan stok tersebut turut berdampak pada stabilitas harga pangan, khususnya selama Ramadan. Ia menegaskan beras yang selama ini menjadi penyumbang utama inflasi dalam 10-20 tahun terakhir, kini tidak lagi memberikan tekanan terhadap inflasi.Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (30/3/2026). Foto: Widya/kumparan“Alhamdulillah, Ramadan tahun ini harga beras terkendali dan tidak menjadi penyumbang inflasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Amran.Amran menuturkan peningkatan stok yang signifikan membuat kapasitas penyimpanan nasional perlu diperluas. Dari total kapasitas gudang sekitar 3 juta ton, pemerintah mengantisipasinya dengan menyewa tambahan gudang berkapasitas hingga 2 juta ton.Selain sektor pangan, pemerintah juga terus mendorong percepatan hilirisasi pertanian, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah implementasi biodiesel B50.“Ini bagian dari upaya kita menuju kemandirian energi. Tahun ini kita tidak impor solar karena sudah digantikan biofuel dari sawit,” tegas Amran.