Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kayen Pati Tanami Pisang

Wait 5 sec.

Pengendara sepeda motor melintasi jalan berlubang yang ditanami pohon pisang di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Senin (30/3/2026). Foto: kumparanWarga Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati menanam pohon pisang di sejumlah titik jalan berlubang di sebelah barat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayen. Aksi protes ini dilakukan warga karena geram dengan kondisi jalan kabupaten tersebut yang tak kunjung diperbaiki.Dari informasi yang dihimpun, aksi penanaman pohon pisang itu sudah dilakukan warga pada Minggu (29/3). Hingga Senin (30/3), sebanyak tiga pohon pisang masih berdiri di tengah lubang jalan yang cukup dalam.Jalan tersebut mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 500 meter. Kedalaman lubang mencapai 15 sentimeter, sementara diameternya hingga 1 meter. Sementara itu, di depan RSUD Kayen kondisi jalan sudah baik karena baru saja dibeton.Mengingat kondisi jalan yang rusak parah, para pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Pengguna sepeda motor ada yang memilih lewat halaman rumah warga, sementara lainnya mencoba melewati sela-sela jalan yang tidak rusak. Sementara itu, pengendara mobil harus menurunkan kecepatan.Pengendara sepeda motor melintasi jalan berlubang yang ditanami pohon pisang di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Senin (30/3/2026). Foto: kumparanSalah seorang warga Desa Kayen, Sujarwanto, mengatakan jalan tersebut sudah rusak sejak akhir Desember 2025, yakni saat ada pembangunan trotoar di sisi utara jalan. Namun, setelah pekerjaan trotoar selesai, jalan tersebut justru tidak diperbaiki. Kondisi ini menyebabkan beberapa pengendara sepeda motor terperosok dan terjatuh.“Ada yang jatuh karena awalnya jalannya baik, tahu-tahu rusak, akhirnya mengerem mendadak, yang di belakang menabrak. Makanya kalau ada pohon pisang malah baik, biar yang lewat jadi tahu, tidak melaju kencang, tidak terperosok,” ucap dia, Senin (30/3).Imbas dari jalan rusak tersebut, menurutnya, banyak warga yang kemudian menghindari jalan itu. Hal ini berdampak pada perekonomian warga sekitar yang menurun. Sejumlah pedagang mengaku sepi pembeli.“Kami berharap jalan ini bisa segera diperbaiki karena kondisinya sudah parah seperti ini,” terang dia.Warga lain, Herlan Puji Jasmani, mengaku pernah terjatuh di jalan rusak tersebut. Hal itulah yang melatarbelakanginya ikut menanam pohon pisang sebagai rambu bagi pengguna jalan. Menurutnya, keberadaan pohon pisang membuat pengendara lebih berhati-hati.“Saya sendiri sempat jatuh sepulang dari Solo. Saat itu sekitar pukul 02.00 dini hari. Karena lubangnya tertutup air, jadi tidak terlihat. Saat dilewati malah terperosok dan akhirnya jatuh,” tambah dia.