Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Jakarta, Jumat (21/11/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparanMenteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman optimistis soal E20 menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Senin (30/3). Selain itu, lawatan Prabowo-Bahlil ke Jepang. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Amran Optimistis E20 Bisa Gantikan Pertalite dan PertamaxMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis Indonesia mampu memproduksi campuran etanol 20 persen (E20) yang dapat menggantikan bensin RON 92 Pertamax dan RON 90 Pertalite. Inisiatif ini merupakan bagian dari percepatan pengembangan biofuel sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, terutama di tengah kondisi geopolitik global seperti perang Iran-Israel yang berpotensi mengganggu pasokan dan stabilitas harga minyak dunia. Diversifikasi energi melalui E20 diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.Dari sisi ketersediaan bahan baku, Amran memastikan Indonesia memiliki potensi domestik yang besar. Ia menyoroti komoditas molases atau tetes tebu, di mana Indonesia mengekspor sekitar 1 juta ton per tahun. Potensi ini menunjukkan kapasitas signifikan untuk memproduksi etanol secara mandiri, yang selanjutnya akan melibatkan peran strategis BUMN pangan. Langkah ini tidak hanya berpeluang menciptakan nilai tambah ekonomi dari sektor pertanian, tetapi juga mendorong kemandirian energi.Selain E20, pemerintah juga melanjutkan program biodiesel sawit B50 dengan target produksi 5,3 juta ton. Program ini digalakkan untuk menghentikan impor solar pada tahun ini, menyusul arahan Presiden Prabowo. Implementasi B50 diproyeksikan memberikan dampak ekonomi ganda, yaitu penghematan devisa negara secara substansial serta mendorong stabilitas dan pertumbuhan industri kelapa sawit domestik di tengah fluktuasi harga komoditas global.Prabowo dan Bahlil Terbang ke Jepang, Incar Proyek Energi BerkelanjutanPresiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Jepang, Senin (30/3/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Minggu (29/3). Lawatan ini bertujuan memperkuat kerja sama strategis kedua negara, khususnya dalam menarik investasi dan kolaborasi di sektor energi berkelanjutan. Kunjungan ini sangat relevan di tengah agenda transisi energi global dan komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission, membuka peluang pendanaan dan transfer teknologi untuk proyek-proyek energi hijau.Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa kerja sama di bidang energi dengan Jepang memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Fokus pada pengembangan energi bersih seperti hidrogen hijau, geotermal, dan tenaga surya diharapkan dapat mendiversifikasi bauran energi Indonesia sekaligus mengurangi emisi karbon. Keterlibatan Jepang sebagai mitra strategis dengan keunggulan teknologi dan kapasitas investasi menjadi krusial dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur Energi Baru Terbarukan (EBT) yang memerlukan modal besar.Pertemuan kenegaraan dengan Kaisar Jepang Naruhito serta pertemuan bilateral dengan Pemerintah Jepang tersebut tidak hanya membahas sektor energi, tetapi juga mencakup bidang investasi, kelautan, dan digital. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan ini sebagai momentum strategis untuk penguatan kerja sama di berbagai sektor kunci. Keberhasilan menarik investasi di sektor-sektor tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah produk domestik, serta memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.