Korlantas soal Tol MBZ Sempat Ditutup Saat Arus Mudik: Antisipasi Lonjakan

Wait 5 sec.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat meninjau situasi lalin di Gerbang Tol Banyumanik, Selasa (24/3). Foto: Rayyan/KumparanKorlantas Polri mengungkap alasan pihaknya sempat melakukan penutupan Jalan Layang MBZ. Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas dan cara bertindak hasil evaluasi Operasi Ketupat 2026.aKakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan penutupan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi serta lonjakan arus kendaraan yang tinggi.“Ini sampai kita menutup MBZ agar kita bisa mengelola. Kalau tidak dikelola dengan bangkitan arus yang cukup tinggi ini tentunya akan menjadi crowded,” kata Agus di Simpang Lima, Semarang, Kamis (26/3).Ia menjelaskan, tahun ini pihaknya menerapkan berbagai skenario baru, termasuk perluasan contra flow hingga tiga lajur.“Maka dari itu, parameter-parameter skenario yang sudah kita siapkan ternyata tidak mampu, sehingga kita memodifikasi rekayasa lalu lintas. Mulai dari kilometer 36, kita sudah melakukan eksekusi rekayasa lalu lintas contra flow lajur satu. Ini tahun lalu tidak,” ujarnya.“Terus dari 36 kita perpanjang ke 47, dari 47 ke 48 kita contra flow lajur dua. Dari 48 sampai 70 kita buat contra flow lajur tiga,” tambahnya.Menurut Agus, langkah tersebut diambil karena proyeksi mobilitas kendaraan meningkat dibanding tahun sebelumnya, sehingga diperlukan rekayasa lalu lintas yang lebih adaptif.“Memang padat, tetapi masih berjalan karena skenario rekayasa lalu lintas kita sudah disiapkan dengan baik,” pungkasnya.