Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockIndeks utama Wall Street ditutup menguat pada Rabu (25/3) setelah harga minyak turun, sementara Iran meninjau proposal dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Hal ini meningkatkan harapan investor akan de-eskalasi pada pekan keempat konflik yang telah mengganggu aliran energi global dan memicu kekhawatiran inflasi.Mengutip Reuters, Kamis (26/3), Dow Jones Industrial Average naik 305,43 poin atau 0,66 persen ke 46.429,49. S&P 500 menguat 35,53 poin atau 0,54 persen ke 6.591,90, dan Nasdaq Composite naik 167,93 poin atau 0,77 persen ke 21.929,83.Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pihaknya sedang meninjau proposal AS, namun menegaskan Teheran tidak berniat menggelar pembicaraan dengan Washington.Sebelumnya, Iran menyatakan proposal AS yang disampaikan melalui Pakistan dinilai berlebihan dan menuntut kedaulatan atas Selat Hormuz.Sinyal yang saling bertolak belakang ini memicu perdagangan yang bergejolak. Michael James, trader penjualan ekuitas di Rosenblatt Securities, mengatakan investor gelisah dengan perang tersebut.“Ada banyak kegelisahan di pasar, dengan sentimen dan berita utama yang sangat mempengaruhi pergerakan pasar,” katanya.Meski demikian, setiap tanda komunikasi antarnegara tetap memberi harapan bagi investor, terutama setelah muncul sinyal bahwa AS mengupayakan gencatan senjata serta pemulihan jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak global.Kepala investasi di Cetera Investment Management, Gene Goldman, mengatakan ada optimisme bahwa proposal dan kontra-proposal membuka jalan bagi negosiasi lanjutan. Namun, ia memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi hingga ada kejelasan kapan perang berakhir, mengingat dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi.Selama sesi perdagangan, sektor energi menjadi yang terlemah di S&P 500 dengan penurunan 0,5 persen. Sementara itu, sektor material naik 2 persen dan sektor konsumsi diskresioner bertambah 1,2 persen.Seiring harga minyak turun lebih dari 2 persen, saham perusahaan yang sangat bergantung pada bahan bakar ikut menguat. Operator kapal pesiar Norwegian Cruise Line ditutup naik 2,8 persen, sementara indeks maskapai penumpang S&P Composite 1500 juga mencatat kenaikan.Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 naik 1,2 persen setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan.Saham Arm Holdings yang tercatat di AS melonjak 16,4 persen setelah meluncurkan chip pusat data AI baru yang diperkirakan menghasilkan miliaran dolar. Kenaikan ini menjadi yang terbesar di indeks semikonduktor Philadelphia.Saham produsen chip lain seperti Advanced Micro Devices dan Intel juga naik lebih dari 7 persen, sementara Nvidia menguat 2 persen.Saham Destiny Tech100 melonjak 15 persen setelah laporan bahwa SpaceX berencana mengajukan prospektus IPO secepatnya pekan ini. SpaceX merupakan kepemilikan saham terbesar dalam dana tersebut.Perusahaan luar angkasa lain ikut menguat, termasuk Rocket Lab yang naik 10,3 persen, Intuitive Machines melonjak 14,7 persen, dan EchoStar bertambah 7,4 persen.Lonjakan harga minyak sebelumnya kembali memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperumit prospek suku bunga bank sentral. Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, pasar kini tidak lagi memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun ini, dibandingkan sebelumnya yang memproyeksikan dua kali penurunan sebelum perang pecah.Di sisi lain, saham JD.com naik 8 persen dan Alibaba menguat 3,5 persen setelah media pemerintah China dan regulator mendesak industri layanan pesan-antar makanan menghentikan perang harga. Sementara itu, Robinhood Markets naik 5 persen setelah mengumumkan program pembelian kembali saham senilai 1,5 miliar dolar AS.Di bursa AS, total 17,07 miliar saham diperdagangkan, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 20,69 miliar saham.Di New York Stock Exchange, jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 2,86 banding 1, dengan 115 saham mencetak level tertinggi baru dan 127 mencapai terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 3.174 saham naik dan 1.523 turun, dengan rasio 2,08 banding 1.S&P 500 mencatat 17 level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 24 terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 64 tertinggi baru dan 172 terendah baru.