Insanul Fahmi Singgung Dugaan Wardatina Mawa Eksploitasi Anak untuk Konten

Wait 5 sec.

Wardatina Mawa menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan perzinaan di Direktorat PPA PPO Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, (20/02/2025). Foto: Agus ApriyantoProses perceraian antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa berlangsung alot, terutama terkait persoalan hak asuh dan akses bertemu anak.Usai sidang mediasi yang digelar di Pengadilan Agama Lubuk Pakam, Medan, Insanul melalui kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, mendesak Mawa untuk memberikan kebebasan bagi Insanul menjumpai anaknya sendiri.Insanul merasa ada upaya penutupan akses yang membuatnya sulit berkomunikasi dengan anaknya."Walaupun (hak asuh) jatuhnya ke Mawa, tapi bukan berarti Mawa menguasai seluruhnya, kasihan anaknya. Jangan dibuat seolah sulit ketemu. Ini kan sampai tadi saja masih belum ada terbuka untuk bisa ketemu anaknya. Kan kasihan juga gitu. Biarkanlah anak ini kan enggak salah, enggak ada dosanya," kata Tommy Tri Yunanto ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3).Insanul Fahmi usai menghadiri panggilan di Polda Metro Jaya. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanMenurut pengakuannya, Insanul, tidak bisa bertemu anak sejak sebelum bulan Ramadan hingga saat ini. Kondisi ini membuat psikologis Insanul cukup terpukul sebagai seorang ayah."Kalau hak asuh anak tentunya Insanul sangat kooperatif ya. Begitu hak asuh ada di Mawa, jangan Insanul sulit ketemu anaknya. Itu yang jadi problem. Makanya dibuatlah aturannya bagaimana nanti setelah, andaikata ya, terjadi perceraian, kita enggak usah ribut lagi masalah anak," tambah Tommy.Tuding Wardatina Mawa Eksploitasi AnakSelain akses bertemu anak, pihak Insanul juga menyoroti dugaan eksploitasi anak untuk kepentingan konten di media sosial. Insanul keberatan keseharian anaknya dijadikan materi publikasi secara berlebihan."Kami mau lihat seperti apa nanti ke depannya, karena nanti begitu proses sidang perceraian ini, tentunya di hak asuh anak kita akan tuangkan semua itu masalah keberatan dan lain-lain. Termasuk adanya dugaan eksploitasi, di mana anak itu dibikin suatu konten dan lain-lain," ujar Tommy.Insanul Fahmi usai memenuhi undangan Polda Metro Jaya terkait penghentian laporan Inara Rusli. Foto: Aprilandika Pratama/kumparanSebagai solusi, Insanul mengusulkan pembagian waktu yang jelas. Mengingat kesibukan Mawa sebagai figur publik, Insanul bersedia menjaga anak saat Mawa sedang bekerja."Kasihan juga, orang pisah suami istri, anak jadi korban. Jadi bebas, mau ke ayahnya nanti berapa hari, balik lagi ke ibunya. Jadi kebebasan itulah yang kita lihat bahwa ini ada booster mental, immunity anak yang harus dijaga. Itu yang paling penting," tutup Tommy.