Mario Suryo Aji jalani tes pramusim di Sirkuit Portimao, Portugal, dengan motor Moto2 sebelum Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 dimulai. Foto: Honda Team AsiaMario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama sama-sama sedang berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia di Kejuaraan Dunia MotoGP. Pebalap yang masing-masing mengaspal di Moto2 dan Moto3 ini saling memotivasi satu sama lain.Upaya saling mendukung dan saling belajar itu penting. Mario merasa beruntung di tahun ini ada dua pebalap Indonesia di Kejuaraan Dunia MotoGP, meski berbeda kelas."Sebenarnya banyak yang bisa diimprovisasi. Saya juga, tanpa sadar, belajar dari Veda. Banyak hal, banyak aspek. Sekarang, ada 2 pebalap Indonesia, tahun-tahun sebelumnya semua pebalap Indonesia berdiri sendiri di ajang Grand Prix [Kejuaraan Dunia MotoGP]. Jadi target kami berdua adalah saling memotivasi tentunya. Itu benefit yang bisa diambil," kata Mario dalam wawancara daring yang juga diikuti kumparan. "Ada dua pebalap yang berkompetisi di Grand Prix dan tentu program latihan dari umur 5 tahun ke belakang sudah beda. Yang sekarang jauh lebih intens dan saya rasa jauh lebih diperhatikan. Jadi mungkin kita berdua sekarang hanya perlu menggunakan fasilitas dan momentum dengan baik agar bisa perform konsisten di balapan musim ini," tambah pebalap asal Madiun itu.Veda Ega Pratama dalam event kelas Moto3 Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Brasil. Foto: Honda Team AsiaSenada dengan Mario, Veda juga merasa banyak hal yang harus ditingkatkan. Pebalap asal Gunungkidul itu akan berusaha keras menampilkan performa terbaik di setiap balapan."Ya hampir sama kayak Mario, pastinya banyak yang harus di-improve, terutama ya pastinya kan kami punya banyak sirkuit berbeda. Dalam 22 sirkuit berbeda dan juga di setiap sirkuit juga banyak yang bisa di-improve," ungkap Veda. "Saya ngerasa juga latihannya tahun ini saya ngerasa padat banget, dan juga ya tapi itu bagus. Ya, saya harus maksimalin semaksimal mungkin," tandasnya.Dalam dua balapan pertama, Veda menggebrak di kelas Moto3 dengan finis kelima di Thailand dan ketiga di Brasil. Sementara, Mario masih kurang beruntung di kelas Moto2 dengan gagal finis di Thailand dan finis ke-13 di Brasil.