National Australia Bank. Foto: Tammy27/ShutterstockSerikat Sektor Keuangan Australia mengungkapkan National Australia Bank (NAB) mengusulkan pemangkasan sekitar 170 pekerjaan di seluruh negeri. Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi divisi bisnis yang juga mencakup pembukaan sejumlah peran baru di luar negeri.Serikat pekerja yang mewakili karyawan bank di Australia menyebut rencana tersebut akan membuat 447 posisi menjadi redundan (tidak dibutuhkan), sekaligus membuka 277 posisi baru di dalam negeri. Dengan demikian, secara bersih akan terjadi pengurangan sekitar 170 pekerjaan di Australia.“Secara terpisah, NAB, pemberi pinjaman terbesar kedua di negara itu berdasarkan nilai pasar, juga mengusulkan untuk menciptakan 237 posisi baru di luar negeri, terutama di India dan Vietnam, tambah serikat pekerja tersebut,” tulis laporan Reuters, dikutip Kamis (26/3).Pihak NAB menjelaskan perubahan ini merupakan bagian dari strategi membangun tenaga kerja modern. Bank tersebut menegaskan tetap akan merekrut dan mengembangkan staf di Australia, terutama untuk peran yang berhubungan langsung dengan nasabah, meski tidak merinci jumlah pasti pekerjaan yang terdampak.Selain itu, NAB menyebut posisi yang akan dibuka di India dan Vietnam akan menjadi perpanjangan dari tim di Australia guna meningkatkan konsistensi layanan bagi pelanggan.Presiden nasional FSU, Wendy Streets, menilai restrukturisasi ini berpotensi memindahkan pekerjaan dengan keterampilan khusus ke luar negeri dengan biaya lebih rendah. Meski demikian, ia mengakui adanya peluang penempatan ulang bagi sebagian karyawan terdampak.Dalam laporan tahunan terbarunya, NAB mencatat memiliki lebih dari 38.000 karyawan secara global. Sekitar 76,6 persen atau kurang lebih 29.000 staf masih berbasis di Australia.Di sisi lain, tren efisiensi juga terjadi di industri perbankan. ANZ sebelumnya mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 3.500 pekerjaan dan 1.000 kontraktor di bawah CEO baru Nuno Matos. Sementara itu, Commonwealth Bank pada Juli lalu menyatakan akan memangkas 45 pekerjaan sebagai bagian dari peralihan menuju operasi berbasis kecerdasan buatan, yang menuai kritik dari serikat pekerja.