Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar di ruang MKD, Selasa (4/10/2022). Foto: Dok. IstimewaSekretariat Jenderal DPR menyiapkan sejumlah langkah efisiensi energi dan bahan bakar minyak (BBM) sebagai upaya mengantisipasi dampak perang AS-Iran. Salah satunya dengan mematikan lampu di gedung DPR maksimal pukul 20.00 WIB jika tidak ada kegiatan persidangan.Sekjen DPR, Indra Iskandar, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari pembahasan internal terkait penghematan dan pola kerja ke depan.“Ya kita sebenarnya minggu lalu sudah membahas dari banyak aspek gitu ya berkaitan dengan penghematan dan juga pola kerja ke depan kemungkinan ke depannya gitu ya,” kata Indra saat dihubungi, Kamis (26/3).Ia menjelaskan, langkah efisiensi dimulai dari pengurangan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DPR, khususnya untuk kegiatan yang tidak mendesak.“Kalau penghematan yang pertama memang perjalanan-perjalanan dinas dari unsur ASN sudah kita kurangi untuk hal-hal yang sifatnya sangat urgent atau urgensitasnya tinggi lah gitu ya kalau untuk itu ya,” ujarnya.Suasana dome Gedung Nusantara DPR atau Gedung Kura-Kura di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022). Foto: Aprillio Akbar/Antara FotoSelain itu, DPR juga akan melakukan penghematan listrik dengan mematikan lampu di seluruh gedung pada malam hari pukul jam 20.00 WIB jika tidak ada agenda.“Kemudian juga berkaitan dengan pengelolaan lingkungan kita sedang menyiapkan exercise nanti setiap hari itu jika tidak ada acara persidangan maksimum jam delapan (malam) akan seluruhnya kita akan matikan lampu, malam hari ya. Maksimum jam delapan akan dimatikan,” jelasnya.Indra menambahkan, langkah ini dilakukan karena belum semua gedung menggunakan sistem otomatis.“Karena memang belum semua gedung menggunakan building automatic system jadi semua masih dilakukan manual. Nah, ruang-ruang rapat yang tidak digunakan itu listrik, AC, lampu juga kita akan matikan,” lanjut dia.Rapat paripurna DPR RI ke 21 di gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa (9/7). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparanTak hanya itu, penghematan juga menyasar penggunaan kendaraan dinas untuk menekan konsumsi BBM.“Penggunaan kendaraan juga begitu. Ke depan ini sedang masih dilakukan exercise belum bisa saya sampaikan sedang kita inikan untuk pengurangan-pengurangan BBM-BBM pada kegiatan-kegiatan,” tutur Indra.“Jadi kita belum menghitung secara kuantitatif, tapi langkah ke sana sudah sudah kita persiapkan dari minggu-minggu sebelum lebaran,” tandasnya.