Reynolds Boughton RB44, Truk Militer Inggris Andalan untuk Misi Kemanusiaan

Wait 5 sec.

Kendaraan taktis (Rantis) Reynolds Boughton RB44 milik Leo Firmanto. Foto: Deep Forest ChallengeGarasi Leo Firmanto tak seperti bapak-bapak seusianya kebanyakan yang dihuni oleh kendaraan untuk mobilitas harian. Salah satu koleksinya menyimpan satu unit Reynolds Boughton RB44, kendaraan taktis eks militer yang menjadi penyambung hobi sekaligus membuatnya menjadi sosok berarti bagi sebagian orang.Ya, putra daerah bumi Parahyangan itu punya kegemaran berkaitan offroad. Selain pernah mengemban profesi sebagai instruktur keselamatan berkendara 4x4, Leo juga memiliki gelaran yang ia namai Deep Forest Challenge. Kegiatan eksplorasi dua alam sembari beramal.Misi yang baru ia selesaikan adalah pengantaran logistik berat ke daerah-daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh pada akhir 2025 kemarin. Leo menghabiskan setidaknya dua bulan berada di wilayah Serambi Mekah tersebut, Reynolds Boughton RB44 akhirnya memiliki cerita berarti untuknya.“Kendaraan saya itu namanya Reynolds Boughton RB44, mobil ini memang eks dari kebutuhan angkatan yang dulu kebutuhannya itu untuk menarik meriam, daya angkut dua setengah ton dan mesinnya dibulatkan 5.000 cc turbo diesel, buatan Inggris,” buka Leo ditemui di Jakarta.Kendaraan taktis (Rantis) Reynolds Boughton RB44 milik Leo Firmanto. Foto: Deep Forest ChallengeUnit yang dimiliki Leo diproduksi pada 1997 dan merupakan kendaraan bekas militer yang kemudian dilelang. Ia membelinya sekitar satu dekade lalu dan telah ikut berbagai misi penyelamatan bencana.Secara teknis, RB44 memang dikenal sebagai truk 4x4 tangguh. Model ini menggunakan sistem penggerak empat roda permanen, memiliki kemampuan melintasi air (waterproof capability), serta dilengkapi winch PTO hidrolik di bagian depan dengan kemampuan tarik hingga sekitar 20 ton.“Spesialnya Reynolds Boughton RB44 ini daya angkutnya sampai dua setengah ton, jadi memang sebuah truk 4x4 tetapi ukurannya pas untuk kondisi alam Indonesia,” jelas Leo. Tangki bahan bakarnya juga besar, sekitar 120 liter, sehingga cocok untuk operasi di wilayah terpencil. Ia juga menyebut kendaraan tersebut menggunakan biosolar dan relatif tidak rewel meski sering digunakan di medan berat.Kendaraan taktis (Rantis) Reynolds Boughton RB44 milik Leo Firmanto. Foto: Deep Forest ChallengeAwalnya, RB44 tidak dibeli untuk misi kemanusiaan. Leo sebenarnya menggunakan kendaraan tersebut sebagai mobil pendukung untuk kegiatan off-road miliknya bersama Deep Forest Challange, sebuah ekspedisi lintas alam dengan tingkat kesulitan tinggi yang ia gagas sejak 2016.Namun perjalanan hidup membawa arah berbeda. Setelah aktif sebagai relawan bencana bersama komunitas off-roader, kendaraan itu mulai sering turun langsung ke lokasi bencana. “Aslinya itu untuk kebutuhan event saya, tetapi mulai aktif sejak saya jadi relawan. Banyak teman-teman offroader juga turun membantu saat bencana,” kata Leo.Salah satu operasi paling panjang yang ia jalani terjadi di Aceh. Leo berangkat dari Bandung pada 19 Desember 2025 dan baru kembali ke rumah pada akhir Februari 2026. Dalam kurun waktu dua bulan itu, ia menempuh perjalanan darat hingga sekitar 7.000 kilometer.Perjalanan menuju lokasi bencana pun tidak mudah. Dari Bandung, timnya bergerak menuju Pandan di Tapanuli Tengah, lalu ke Medan untuk koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sebelum akhirnya diarahkan ke Aceh Tengah. Butuh waktu sembilan hari hingga mereka benar-benar mencapai lokasi utama.Kendaraan taktis (Rantis) Reynolds Boughton RB44 milik Leo Firmanto. Foto: Deep Forest ChallengeDi sana, RB44 benar-benar bekerja sesuai fungsinya. Leo kerap menggunakan winch truknya untuk menarik pohon, membuka jalur tertutup, hingga membantu pemasangan tiang listrik.“Kita pernah bantu PLN mendirikan tiang listrik di lokasi, itu nariknya pakai mobil saya,” ujarnya.Truk tersebut juga menjadi tulang punggung distribusi logistik berat seperti solar panel, genset, dan peralatan kerja. Dalam satu perjalanan, RB44 bisa mengangkut barang hingga dua ton ditambah lima orang kru. Mobil ini pula yang sering membuka jalur baru agar relawan lain bisa masuk membawa bantuan.Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat Leo mencapai Desa Reje Payung di Aceh Tengah. Desa itu sangat terpencil dan jarang tersentuh kendaraan dari luar. Saat truknya tiba, masyarakat menyambut dengan cara yang tak pernah terlintas di benaknya.“Mobil saya itu sampai dipeluk-peluk sama masyarakat di sana, ada yang menangis,” kenang Leo.Kendaraan taktis (Rantis) Reynolds Boughton RB44 milik Leo Firmanto. Foto: Deep Forest ChallengeAwalnya ia mengira kehadirannya membuat warga terganggu, tetapi seorang Babinsa menjelaskan bahwa masyarakat justru sangat bahagia. Semuanya terdokumentasi dengan apik berkat peran rekan Leo yang setia menemani perjalanannya, dia adalah Nugraha Pelay.Sosok Reynolds Boughton RB44 yang sedang menjalankan misi kemanusiaan terpatri dengan baik lewat lensa dan visual digital yang dibuatnya. Menyampaikan pesan kepada publik Tanah Air soal berbagai rintangan yang tak mudah dilalui, tetapi sangat bisa dilakukan oleh kendaraan taktis milik Leo.Bagi Leo, pengalaman itu membuat hubungannya dengan truk tua asal Inggris tersebut semakin kuat, diakuinya ia semakin cinta dengan mobilnya itu. Setelah dua bulan operasi dan ribuan kilometer perjalanan ekstrem, bahkan ban baru yang dipasangnya di Bandung pun sudah habis tergerus medan berat.Kini, bagi Leo Firmanto, RB44 bukan sekadar kendaraan. Truk militer purnawirawan itu telah menjelma menjadi alat kemanusiaan yang membuka akses ke daerah-daerah paling sulit dijangkau. Sebuah mesin tua yang terus bergerak, membawa harapan ke tempat-tempat yang selama ini terisolasi.Dan ceritanya akan bersambung usai Leo Firmanto mantap memutuskan untuk melanjutkan kembali misinya itu pada 25 Maret mendatang. Pria murah senyum ini memberi kabar terbaru soal kendaraannya yang telah rampung diperbaiki selama di Medan.