Bank Mandiri Siap Salurkan Tambahan Dana dari Pemerintah ke Sektor Produktif

Wait 5 sec.

Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: ShutterstockBank Mandiri mendukung langkah pemerintah yang menambah penempatan dana di sektor perbankan senilai Rp 100 triliun. Kebijakan ini ditempuh pemerintah untuk menjaga stabilitas likuiditas sistem keuangan di tengah tekanan kenaikan yield obligasi.Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menegaskan perseroan siap mengelola dana tersebut secara hati-hati dan bertanggung jawab, sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran ke sektor produktif.“Dana tersebut akan dikelola secara prudent dan disalurkan secara selektif ke sektor-sektor produktif, dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Bank Mandiri berkomitmen memastikan penyaluran dilakukan secara efektif, transparan, serta memberikan dampak optimal bagi dunia usaha dan masyarakat luas,” ujar Adhika dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).Langkah pemerintah ini merupakan bagian dari strategi aktif dalam menjaga kondisi pasar keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menjelaskan, tambahan likuiditas diberikan setelah muncul indikasi kenaikan yield yang berpotensi mencerminkan pengetatan likuiditas di perbankan.“Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp 100 triliun masukin ke sistem perekonomian. Kita maintain likuiditas di sistem keuangan kita dengan serius,” ujar Purbaya.Pemerintah sebelumnya telah lebih dulu menempatkan dana Rp 200 triliun di perbankan. Dengan tambahan terbaru, total likuiditas yang digelontorkan mencapai Rp 300 triliun.Purbaya menyebut, kebijakan ini diambil untuk meredam potensi kenaikan suku bunga yang lebih luas akibat tekanan likuiditas. Ia juga mengungkapkan bahwa dana pemerintah yang sempat tersimpan di Bank Indonesia berada di atas Rp 400 triliun sebelum dialokasikan ke perbankan.