Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut sempat terjadi permasalahan sampah di sejumlah wilayah menjelang Lebaran. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan persoalan tersebut akibat gangguan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, khususnya di zona 4 yang sempat mengalami longsor.“Jadi hampir satu minggu sebelum Lebaran memang ada persoalan sampah di Jakarta. Saya sampaikan apa adanya karena zona 4 yang di Bantargebang pada waktu longsor itu baru tertangani sepenuhnya kurang lebih 10 hari,” kata Pramono usai menghadiri Perayaan HUT ke-12 PT Transjakarta di Halte Tosari, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).Pram menjelaskan, dampak dari kejadian tersebut membuat proses pengangkutan sampah di beberapa titik menjadi terhambat, sehingga terjadi penumpukan di tempat penampungan sementara (TPS).Namun, saat ini kondisi di Bantargebang disebut sudah kembali normal, sehingga pengangkutan sampah yang sempat tertunda mulai berjalan kembali.“Tapi sekarang sudah siap untuk zona 4 sehingga dengan demikian kalau dilihat sekarang hari-hari ini praktis sampah-sampah yang ditimbun sementara sudah mulai kita angkut kembali,” ujarnya.Terkait kejadian di TPU Tanah Kusir yang sempat viral, Pramono menjadikannya sebagai momentum evaluasi bagi Pemprov DKI dalam pengelolaan sampah.Pram mengaku peristiwa tersebut mendorong dirinya untuk mengambil kebijakan tegas, yakni melarang keberadaan tempat penampungan sementara yang dinilai tidak efisien.“Dengan demikian saya akhirnya memutuskan bahwa tidak boleh lagi ada tempat penampungan sementara yang seperti itu karena itu akan pertama tidak efisien, yang kedua manajemennya juga semakin susah, yang ketiga cost-nya pasti juga semakin tinggi,” ucap Pram.Ke depan, Pemprov DKI akan mengatur ulang sistem pengangkutan sampah dari titik pengumpulan agar langsung diarahkan ke fasilitas pengolahan seperti Bantargebang atau Rorotan, tanpa melalui TPS yang berpotensi menimbulkan penumpukan.Suasana TPU Tanah Kusir blok khusus pada Jumat (27/3). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparanSebelumnya, truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta viral di media sosial dan dinarasikan membuang sampah ke Kali Pesanggaran di kawasan TPU Tanah Kusir.Kepala Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA) DLH DKI Jakarta, Dadang Cahya Rusdiana, memastikan tidak ada aktivitas pembuangan sampah ke sungai seperti yang dituding dalam unggahan tersebut.“Perlu kami luruskan, tidak ada pembuangan sampah ke badan air. Aktivitas yang terlihat merupakan proses penampungan sementara resmi sampah dari badan air dan seluruh operasional di lokasi tersebut terkontrol dengan baik dengan ditempatkannya 1 unit alat berat dan pengangkutan rutin setiap hari ke emplacement Perintis,” ujar Dadang dalam keterangannya, Kamis (26/3).Menurut DLH, lokasi dalam foto tersebut merupakan titik penampungan sementara (emplacement) resmi milik UPSBA yang berada di TPU Tanah Kusir, tepatnya di Blok Khusus.Pada Jumat (27/3) pagi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menutup permanen emplasemen atau titik penampungan sementara sampah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan langkah perbaikan.“Per hari ini kami menutup emplasemen yang ada di TPU Tanah Kusir ini. Semoga ini menjadi komitmen kami untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Asep.Asep menjelaskan, emplasemen yang beroperasi sejak 2014 itu merupakan tempat penampungan sementara sampah dari badan air, bukan sampah rumah tangga.“Sifatnya seperti TPS, tapi untuk sampah dari sungai dan waduk di wilayah Pesanggrahan, Kebayoran Baru, dan Kebayoran Lama,” ujarnya.Dengan penutupan tersebut, alur pembuangan sampah kini dialihkan ke fasilitas di kawasan TB Simatupang yang dinilai lebih representatif.“Dengan ini ditutup, kami mengalihkan pembuangannya ke TB Simatupang. Di situ juga kami bisa langsung mengolahnya,” kata Asep.