Gemuruh dentuman meriam karbit saling bersahut-sahutan di langit Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Minggu (29/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPuluhan meriam yang berjejer dan menghasilkan dentuman keras. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanIni sudah menjadi tradisi bagi masyarakat sekitar setelah merayakan Lebaran Idul Fitri. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanTradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kuat pelestarian budaya lokal. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanDentuman keras dihasilkan dari reaksi karbit yang dicampur air lalu dibakar di dalam batang pohon randu. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanAdu meriam sudah menjadi daya tarik bagi warga lokal maupun luar daerah. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanAjang ini menghadirkan suasana penuh semangat dan kebersamaan di tengah masyarakat. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparanGemuruh dentuman meriam karbit saling bersahut-sahutan di langit Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Minggu (29/3). Puluhan meriam yang berjejer dan menghasilkan dentuman keras.Ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat sekitar setelah merayakan Lebaran Idul Fitri. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kuat pelestarian budaya lokal.Dentuman keras dihasilkan dari reaksi karbit yang dicampur air lalu dibakar di dalam batang pohon randu.Adu meriam sudah menjadi daya tarik bagi warga lokal maupun luar daerah. Ajang ini menghadirkan suasana penuh semangat dan kebersamaan di tengah masyarakat.Sejumlah peserta menyalakan Kuluwung (meriam karbit) di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Minggu (29/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan