Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan keterangan pers situasi Timur Tengah di Downing Street, London, Inggris, Senin (16/3/2026). Foto: Brook Mitchell / POOL / AFPPemerintah Inggris baru saja mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan pedoman pembatasan screentime (waktu menatap layar) pada gadget bagi anak usia dini.Dalam panduan yang diterbitkan pada Kamis (27/3) waktu setempat, pemerintah Inggris menyarankan larangan total penggunaan gawai, mulai dari tablet, TV, laptop, hingga smartphone, untuk anak di bawah usia 2 tahun. Sementara untuk anak usia 2 hingga 5 tahun, penggunaannya dibatasi maksimal satu jam dalam sehari.Alasannya jelas: penggunaan gawai yang terlalu lama saat anak sendirian dapat merusak pola tidur, serta merampas waktu berharga mereka untuk bermain dan berolahraga secara fisik.Langkah ini disebut-sebut sebagai intervensi paling eksplisit yang pernah dilakukan pemerintah Inggris terkait kebiasaan digital anak.Mereka secara spesifik menginstruksikan para orang tua untuk menjauhkan gawai pada dua waktu krusial: saat makan dan satu jam sebelum anak tidur.Sebagai gantinya, orang tua diminta untuk memilihkan konten bertempo lambat (slow-paced) yang sesuai dengan usia anak. Orang tua juga diimbau untuk ikut menonton bersama sang buah hati guna mendukung perkembangan bahasa dan interaksi sosial mereka.Selain itu, panel ahli yang menyusun panduan ini merekomendasikan agar anak-anak balita dijauhkan dari video bertempo cepat khas media sosial, serta mainan yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI). Namun, aturan ini dikecualikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang memerlukan teknologi layar sebagai alat bantu pendidikan.Ilustrasi - anak main medsos Foto: suriyachan/ShutterstockPM Inggris: Orang Tua Tidak Berjuang SendirianDi Inggris, banyak orang tua yang mengaku merasa kewalahan menghadapi gempuran teknologi. Data pemerintah mengungkap, 98 persen anak berusia 2 tahun di sana sudah menggunakan layar gawai setiap hari.Di sisi lain, seperempat orang tua dari anak usia 3 hingga 5 tahun mengaku kewalahan mengontrol screentime anak mereka. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan negara hadir."Pemerintahan saya tidak akan membiarkan orang tua menghadapi pertempuran ini sendirian," tegas PM Starmer dalam pernyataan resminya dilansir Reuters.Ia menyebut setiap keluarga berhak mendapatkan saran yang masuk akal di tengah pesatnya laju teknologi dan simpang-siurnya informasi di internet.Tren Globa lindungi anak dari dunia digitalLangkah Inggris ini sejalan dengan sejumlah negara lain. Beberapa negara di Eropa seperti Prancis, Denmark, dan Belanda juga tengah mendorong syarat verifikasi usia dan standar keamanan baru. Tujuannya adalah untuk menekan risiko gangguan kesehatan mental, cyberbullying, dan paparan konten berbahaya pada anak.Tak hanya pembatasan usia, wacana regulasi di berbagai belahan dunia kini mulai melebar ke arah pemberlakuan "jam malam" digital hingga pembatasan chatbot AI untuk remaja.Gugatan hukum pun mulai membayangi raksasa teknologi. Pada Rabu lalu, juri pengadilan di Los Angeles, AS, menyatakan Meta dan Google lalai karena fitur-fitur mereka diduga membahayakan pengguna di bawah umur. Kasus ini diprediksi akan menjadi efek domino bagi ribuan gugatan serupa di masa depan.