Presiden Prabowo Subianto, bersama Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kelima kiri), saat melakukan kunjungan ke Tokyo, Jepang. Foto: Dok. KemenparPemerintah Indonesia dan Jepang resmi memperkuat kemitraan di sektor pariwisata, melalui penandatanganan kesepakatan kerja sama strategis. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperluas pasar wisata, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kawasan Asia Timur.Kesepakatan tersebut ditandatangani di kantor Ministry of Land Infrastructure Transport and Tourism di Tokyo, oleh Menteri Pariwisata Indonesia Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Jepang Yasushi Kaneko. Penandatanganan ini juga disaksikan sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara, termasuk perwakilan Japan Tourism Agency.Kerja sama ini hadir sebagai bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar wisata, khususnya di Asia Timur. Di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian, kolaborasi lintas negara dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor pariwisata."Kerja sama ini bukan hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang baru dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih tangguh dan adaptif," ujar Widiyanti, seperti dikutip dari keterangan resminya.Kesepakatan ini menjadi tonggak bersejarah, karena untuk pertama kalinya Indonesia dan Jepang memiliki kerangka formal kerja sama di bidang pariwisata. Proses menuju penandatanganan pun telah melalui diskusi panjang dan koordinasi intensif selama lebih dari dua tahun.Dalam implementasinya, kedua negara sepakat mengembangkan berbagai sektor strategis, mulai dari promosi bersama di ajang internasional, hingga pengembangan produk wisata unggulan, seperti wellness, kuliner, bahari, ekowisata, dan budaya. Selain itu, penguatan pengelolaan destinasi berkelanjutan dan pengembangan desa wisata juga menjadi fokus utama.Wisatawan swafoto saat seekor rusa menunggu makanan di Nara Park, Jepang, Rabu, (14/1/2026). Foto: Eugene Hoshiko/AP PhotoTak hanya itu, kerja sama juga mencakup kolaborasi sektor swasta, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pertukaran keahlian, serta pengembangan industri MICE dan event internasional. Aspek konektivitas udara dan peluang investasi pariwisata turut menjadi bagian penting dalam kesepakatan ini.Widiyanti menegaskan bahwa Jepang merupakan salah satu mitra utama dalam pengembangan sektor pariwisata nasional."Wisatawan Jepang memiliki kontribusi signifikan, baik dari sisi jumlah kunjungan maupun kualitas pengalaman wisata. Ini menjadi dasar kuat untuk terus mempererat kerja sama," jelasnya.Ia juga menyoroti pentingnya akses transportasi udara sebagai penggerak utama mobilitas wisatawan. Saat ini, rute penerbangan antara Tokyo dengan Jakarta dan Bali menjadi jalur favorit, dengan potensi pengembangan ke destinasi lain, seperti Yogyakarta di masa depan.Selain fokus pada wisatawan, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan tenaga kerja di sektor pariwisata. Program peningkatan kapasitas SDM diharapkan mampu menciptakan tenaga profesional yang siap bersaing di tingkat global.Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, kedua negara akan membentuk tim kerja bersama yang bertugas merancang program konkret, sekaligus memantau pelaksanaannya secara berkelanjutan.Penandatanganan kesepakatan ini berlangsung dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara."Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama untuk membangun sektor pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan, serta memperkuat hubungan antar masyarakat di masa depan," pungkas Widiyanti.