Krisis Energi Imbas Perang, Prabowo Minta Bahlil Cari BBM-LPG ke Negara Lain

Wait 5 sec.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melambaikan tangannya usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ ANTARA FOTOPresiden Prabowo Subianto meminta menterinya segera mencari pasokan energi dari hampir semua negara selain Timur Tengah agar Indonesia tidak darurat energi seperti yang terjadi di negara Asia lainnya.Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Dia mengatakan, sekalipun terjadi eskalasi perang antara AS-Israel dan Iran, pasokan energi selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 dalam kondisi aman."Perintah Bapak Presiden, hampir setiap hari kami diperintahkan untuk mengecek betul, memastikan betul tentang kebutuhan rakyat terutama di BBM pada saat mudik ke kampung halaman masing-masing ataupun pada saat kembali," ungkap Bahlil saat kunjungan kerja di wilayah Jawa Tengah yang disiarkan secara daring, Kamis (26/3).Bahlil menyebut pemerintah menjamin terjaganya pasokan, cadangan, serta harga energi di dalam negeri. Namun, dia mengakui bahwa perang yang terus memanas ini membuat dirinya harus memutar otak mencari alternatif. Pasalnya, sekitar 20 persen alokasi impor minyak mentah berasal dari TImur Tengah yang melewati Selat Hormuz, sementara penyimpanan cadangan di Indonesia hanya maksimal 28 hari. Untuk itu, Prabowo meminta agar Bahlil mencari sebanyak-banyaknya sumber lain.Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai mengikuti ratas di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Rabu (25/3). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden"Atas dasar itu bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara, kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita," ungkap Bahlil.Perintah ini, lanjut Bahlil, seiring dengan beberapa negara sudah menyatakan darurat energi nasional karena keterbatasan pasokan, salah satunya Filipina. Dia berharap kondisi tersebut tidak terjadi di Indonesia."Sekalipun negara-negara lain, negara tetangga sebagian, sebagian negara di Asia, sudah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara dalam hal ini darurat, kita harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa Solar kita Insyaallah tidak lagi kita lakukan impor," tegas Bahlil.Dia menyebutkan Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar Solar. Sementara 50 persen pengadaan bensin dari total kebutuhan masih dari impor dan 70 persen pasokan LPG juga berasal dari impor."BBM berbentuk bensin sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya termasuk crude-nya. LPG kita masih impor kurang lebih sekitar 70 persen dari total kebutuhan kita," ungkapnya."Tapi saya yakinkan kepada bapak ibu semua, Insyaallah kita juga dalam kondisi yang sampai dengan beberapa hari, itu insyaallah dalam kondisi yang baik," imbuh Bahlil.