Harga Emas Dunia Naik 3 Persen, Investor Borong saat Harga Terkoreksi

Wait 5 sec.

Ilustrasi emas. Foto: ShutterstockHarga emas dunia melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat (27/3) setelah aksi buy on dip atau pembelian saat harga terkoreksi, di tengah perhatian investor terhadap perkembangan perang di Iran dengan Israel bersama AS.Mengutip Reuters pada Sabtu (28/3), harga emas spot tercatat naik 2,6 persen menjadi USD 4.491,78 per ons pada pukul 13.45 waktu setempat, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di USD 4.554,39. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup menguat 2,7 persen ke posisi USD 4.492,5 per ons.Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat mengalami tekanan pada awal pekan. Bahkan, emas sempat menyentuh level terendah dalam empat bulan di USD 4.097,99 per ons pada Senin lalu."Penurunan harga baru-baru ini menciptakan peluang yang sangat bagus karena pasar mengalami penurunan, harga turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Ini adalah waktu yang luar biasa untuk membeli emas," kata ahli strategi pasar senior di RJO Futures, Daniel Pavilonis.Katanya, tren kenaikan emas diperkirakan akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan, tergantung pada perkembangan situasi geopolitik."Kita akan melihat kenaikan perlahan dalam beberapa minggu ke depan. Dan kemudian, jika situasi Iran ini bisa mereda, kita memiliki peluang yang sangat bagus untuk mengambil risiko," kata Pavilonis.Lonjakan harga emas terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang kini telah memasuki pekan keempat. Perang tersebut turut mendorong harga energi, dengan harga minyak tetap bertahan di atas USD 110 per barel.Petugas penyelamat dan aparat keamanan Israel memeriksa lokasi yang terdampak proyektil di Kfar Qassem, Kamis (26/3/2026), setelah serangan rudal yang diluncurkan dari Iran menghantam wilayah tersebut. Foto: ILIA YEFIMOVICH/AFPKetegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Iran menolak proposal damai dari AS.Konflik yang meluas ini turut memicu kenaikan harga energi dan pupuk secara global, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi.Kenaikan inflasi berdampak pada ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve. Pasar kini memperkirakan potensi kenaikan suku bunga, yang biasanya menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil.Data CME Group menunjukkan pelaku pasar tidak lagi mengantisipasi pemangkasan suku bunga AS pada 2026, berbeda dengan ekspektasi sebelumnya sebelum konflik terjadi.Meski demikian, sejumlah lembaga keuangan tetap optimistis terhadap prospek emas. Commerzbank, misalnya, menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi USD 5.000 per ons dari sebelumnya USD 4.900 per ons, dengan asumsi koreksi harga saat ini tidak akan berlangsung lama.Bank tersebut juga memperkirakan konflik Iran akan mereda pada musim semi, yang berpotensi menurunkan tekanan inflasi dan membuka ruang bagi The Fed untuk kembali memangkas suku bunga sekitar 75 basis poin hingga pertengahan tahun depan.Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami penguatan. Harga perak naik 2,2 persen menjadi USD 69,54 per ons, platinum menguat 2,3 persen ke USD 1.868,89, dan paladium naik 1,8 persen ke USD 1.377,25 per ons.