Pemimpin Partai Bhumjaithai, Anutin Charnvirakul saat para anggota parlemen memilih perdana menteri Thailand di ruang sidang parlemen di Bangkok, Thailand, Jumat (5/9/2025). Foto: CHANAKARN LAOSARAKHAM/AFPThailand mengantongi izin Iran sehingga kapal tankernya kini bisa melintasi Selat Hormuz di ketegangang kawasan yang berimbas pada rantai pasok energi global. Kesepakatan itu dipastikan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul pada Sabtu (28/3) dalam konferensi pers di Bangkok. “Kesepakatan telah dicapai agar kapal tanker minyak Thailand dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP.Ia menilai kesepakatan ini akan mengurangi kekhawatiran atas gangguan pasokan seperti yang sempat terjadi sebelumnya.“Dengan adanya kesepakatan ini, ada kepercayaan lebih besar bahwa gangguan seperti sebelumnya tidak akan terjadi lagi,” kata Anutin.Konflik di Timur Tengah sebelumnya membuat arus pelayaran di Selat Hormuz melambat tajam sejak perang pecah akhir Februari.Padahal, lebih dari 80 persen minyak mentah dan gas alam cair (LNG) yang melewati jalur tersebut dikirim ke kawasan Asia.Sebuah kapal angkatan laut terlihat berlayar di Selat Hormuz, pada 1 Maret 2026. Foto: Sahar AL ATTAR / AFPDampaknya terasa di Asia Tenggara, termasuk Thailand, dengan antrean panjang di SPBU yang semakin sering terjadi.Pemerintah Thailand menyatakan akan terus menyesuaikan kebijakan untuk menekan dampak terhadap masyarakat.“Pemerintah akan terus beradaptasi dengan situasi dan menyesuaikan langkah untuk meminimalkan dampak ke publik,” kata Anutin.Sebelumnya, kapal kargo Thailand sempat diserang di kawasan itu hingga tiga awak dilaporkan hilang.Data pelayaran juga menunjukkan volume pengiriman melalui Selat Hormuz sempat anjlok hingga 95 persen sepanjang awal Maret akibat konflik. Dengan diizinkannya kapal Thailand melintasi Selat Hormuz, menandakan bertambahnya daftar negara di Asia yang dianggap sahabat oleh Iran hingga diberi akses masuk ke titik perairan vital tersebut.