Orang-orang berjalan melewati pameran Amazon Web Services (AWS) di National Retail Federation (NRF) 2026: Retail's Big Show, di New York City, AS, Kamis (12/2/2026). Foto: Kylie Cooper/REUTERS Amazon Web Services (AWS), layanan cloud milik Amazon, di Bahrain kembali mengalami gangguan. Perusahaan mengonfirmasi data center (pusat data) di kawasan tersebut mengalami "disrupsi" pada Senin (23/3) waktu setempat, dipicu aktivitas drone di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.Ini menjadi gangguan kedua dalam sebulan terakhir yang berdampak langsung pada infrastruktur AWS di Bahrain. Juru bicara Amazon menyebut aktivitas drone sebagai penyebab utama, meski perusahaan belum memastikan apakah fasilitasnya terkena serangan langsung atau terdampak dari serangan di sekitar lokasi.Perusahaan juga belum mengungkap sejauh mana kerusakan yang terjadi maupun estimasi waktu pemulihan layanan.Untuk menjaga operasional pelanggan, Amazon mulai memindahkan beban kerja komputasi ke regional AWS lain. Langkah ini penting karena AWS menjadi tulang punggung banyak layanan digital global, termasuk situs populer dan sistem pemerintahan."Seiring situasi ini berkembang dan seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, kami meminta pihak yang memiliki beban kerja di wilayah terdampak untuk terus memigrasikannya ke lokasi lain," tulis Amazon dalam pernyataan resmi, mengutip Reuters.Gangguan terbaru ini mempertegas risiko geopolitik terhadap infrastruktur digital global. Sebelumnya pada awal Maret 2026, AWS juga melaporkan pemadaman listrik di fasilitasnya di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) akibat aktivitas militer.Serangan di UEA bahkan tercatat sebagai insiden pertama yang secara langsung mengganggu data center perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat. Saat itu, AWS menyebut pemulihan akan berlangsung lama akibat kerusakan struktural.Amazon juga mengungkap bahwa serangan sebelumnya menyebabkan gangguan pasokan listrik, kerusakan infrastruktur, hingga aktivasi sistem pemadam kebakaran yang memicu kerusakan tambahan akibat air.