Enggak Selalu Buruk, Ternyata Gula Bisa Bantu Cegah Penuaan Pada Perempuan

Wait 5 sec.

Ilustrasi kopi dan gula Foto: Shutter StockJika biasanya gula dihindari karena takut terkena diabetes hingga penyakit lain, maka ahli gizi Athena Connell mengungkapkan manfaat baik kandungan manis tersebut untuk mencegah penuaan pada perempuan.Mengutip Hindustan Times, Athena mengatakan, "Gula selalu digambarkan sebagai akar penyebab penyakit. Tetapi menurut saya, antigula adalah antikehidupan, terutama pada tubuh wanita, pada mereka yang ingin subur, tenang, sehat, dan cantik."Melalui unggahan di Instagramnya, 21 Maret lalu, ia menjelaskan sebagian besar tips kesehatan dan perawatan kulit perempuan, menyarankan untuk mengurangi jumlah gula dalam diet sehari-hari. Mereka fokus pada penambahan kolagen saja.Namun, menurutnya, hasil dari perubahan tersebut tidak alami. Ini karena, kolagen bukanlah senyawa yang dapat dikonsumsi begitu saja dan tidak akan langsung terasa manfaatnya. Untuk mencerna kolagen tubuh memerlukan proses dan pemeliharaan."Kolagen bukanlah sesuatu yang kamu 'tambahkan' dengan menambahkannya ke kopi. Ini adalah sesuatu yang dibutuhkan tubuh untuk terus mensintesisnya dari bahan baku. Untuk melakukan ini, tubuh membutuhkan ATP (energi), ATP tidak ditemukan dalam bubuk kolagen karena terutama terbuat dari glukosa, alias gula," jelasnya.Ilustrasi kadar gula rendah. Foto: Kmpzzz/ShutterstockSementara itu, gula atau glukosa adalah bahan bakar yang dibutuhkan otak. Kekurangan gula dapat membuat seorang perempuan merasa linglung hingga mudah tersinggung. Gula turut menghasilkan energi yang membantu tubuh melakukan fungsi metabolisme dengan baik, termasuk menjaga kolagen untuk kesehatan kulit.Lebih lanjut, Athena menerangkan bahwa gula dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang rileks, dalam keadaan baik, hingga membangun dan memproduksi ATP secara efisien. Sebaliknya, ketika glukosa tidak tersedia, tubuh akan meningkatkan ketergantungannya pada hormon stres seperti kortisol dan adrenalin untuk menjaga aliran energi."Tanpa gula, tubuh tidak dapat menggunakan atau mempertahankan kolagen. Diet rendah gula dalam jangka waktu lama menjadi katabolik, yang berarti tubuh memecah jaringannya sendiri untuk bahan bakar dan menggeser tubuh ke keadaan energi rendah, menjauh dari perbaikan dan regenerasi," katanya.Ketika energi mulai menurun, tubuh akan memecah kulit. Dengan begitu, kolagen yang mungkin ditambahkan ke dalam diet harian tidak akan berefek karena asam amino justru teralihkan untuk mempertahankan energi."Kulit sehat bukan hanya tentang memiliki 'kolagen' dalam diet. Ini tentang memiliki cukup energi untuk membuat kolagen tersedia bagi rambut, kulit, dan kuku, untuk melindungi dan memeliharanya. Ini dimulai dengan gula," tutupnya, dikutip dari Antara.