Jenis oktan pertamina Foto: IstimewaPenggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan angka oktan yang tepat masih sering menjadi perdebatan di kalangan pengguna kendaraan. Sebagian menganggap oktan tinggi selalu lebih irit, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung, Tri Yuswidjajanto, menjelaskan bahwa efisiensi konsumsi BBM sangat bergantung pada kesesuaian antara spesifikasi bahan bakar dan mesin kendaraan.“Konsumsi BBM akan hemat jika masyarakat menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrik pembuatnya,” kata Tri kepada kumparan Senin (30/3/2026).Ia menambahkan, setiap mesin kendaraan telah dirancang dengan kebutuhan oktan tertentu. Ketika menggunakan BBM yang sesuai, proses pembakaran akan berlangsung optimal sehingga tenaga yang dihasilkan lebih efisien.Petugas laboratorium melakukan pengecekan kadar oktana BBM yang diproduksi oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan di Indramayu, Jawa Barat. Foto: Dhedez Anggara/ANTARA FOTO“Hal tersebut karena akan ada kesesuaian antara spesifikasi BBM dengan setelan mesin,” kata dia.Selain faktor efisiensi, penggunaan BBM yang tepat juga berdampak pada emisi gas buang. Pembakaran yang lebih sempurna akan menghasilkan emisi yang lebih rendah dan lebih ramah lingkungan.“Selain itu emisinya juga akan rendah, sehingga kesehatan masyarakat lebih terjamin,” ujarnya.Petugas melakukan uji emisi kendaraan yang dilaksanakan secara gratis di Yogyakarta, Kamis (14/9/2023). Foto: Hendra Nurdiyansyah/Antara FotoSebagai catatan, Oktan BBM merupakan ukuran yang menunjukkan kemampuan bahan bakar bensin dalam menahan gejala knocking atau ngelitik saat proses pembakaran di dalam mesin. Secara teknis, angka oktan menggambarkan seberapa besar tekanan yang bisa ditahan bensin sebelum terbakar dengan sendirinya tanpa percikan api dari busi.Semakin tinggi angka oktan, semakin stabil proses pembakaran yang terjadi di ruang mesin. Sebaliknya, bahan bakar dengan oktan rendah cenderung lebih mudah terbakar sebelum waktunya, sehingga berpotensi menimbulkan knocking yang dapat menurunkan performa mesin.Ilustrasi warga Iran isi bensin. Foto: REUTERSKondisi tersebut membuat setiap kendaraan memiliki kebutuhan oktan yang berbeda, tergantung pada rasio kompresi mesin. Mesin dengan kompresi tinggi umumnya membutuhkan bahan bakar beroktan lebih tinggi agar proses pembakaran berlangsung optimal, efisien, dan tidak merusak komponen mesin dalam jangka panjang.Dengan demikian, penggunaan BBM beroktan tinggi belum tentu membuat kendaraan lebih irit, saat tidak sesuai dengan spesifikasi mesin. Kunci utamanya tetap mengikuti rekomendasi pabrikan agar performa, efisiensi, dan emisi tetap optimal.