Tanda Mulai Mengantuk Saat Nyetir, Berujung Microsleep Bila Diabaikan

Wait 5 sec.

Ilustrasi perempuan mengantuk saat berkendara. Foto: ShutterstockKelelahan hingga mengantuk saat berkendara tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahapan yang kerap diabaikan pengemudi. Ketikaini tidak diantisipasi sejak awal, kondisi ini bisa berujung pada microsleep yang berisiko fatal di jalan.Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan bahwa tanda awal kelelahan sebenarnya sudah bisa dirasakan dari kondisi fisik tubuh.“Prosesnya, letih diawali dengan sinyal di bagian badan atau anggota tubuh pegal,” ujar Sony kepada kumparan, Selasa (24/3/2026).Ilustrasi mengantuk saat berkendara. Foto: GBJSTOCK/ShutterstockIa melanjutkan, setelah muncul rasa pegal, biasanya pengemudi mulai menunjukkan tanda berikutnya berupa sering menguap berulang kali. Tak jarang tangan mulai menggaruk kepala, hingga mulai gelisah atau tidak nyaman. Berikutnya lagi pandangan mulai kosong, kendali oleng, hingga sempat mengangguk. Kondisi ini menjadi indikator bahwa tubuh mulai kehilangan fokus dan butuh istirahat.“Setelah itu sering menguap berkali-kali, selanjutnya mata mulai berat yang ujung-ujungnya microsleep,” kata dia.Sony menegaskan, tahapan awal tersebut tidak boleh diabaikan. Justru pada fase pertama itulah pengemudi harus segera mengambil keputusan untuk berhenti dan beristirahat.Foto udara sejumlah kendaraan pemudik antre melintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO“Jika tahap pertama sudah timbul maka segera rencanakan untuk istirahat, jangan tunggu nanti-nanti, bisa bablas,” ujarnya.Menurutnya, banyak pengemudi yang terlalu memaksakan diri dengan alasan ingin cepat sampai tujuan. Padahal, keputusan tersebut justru meningkatkan risiko kehilangan konsentrasi di balik kemudi.Dengan memahami tahapan kelelahan ini, pengemudi diharapkan lebih peka terhadap kondisi tubuh. Langkah sederhana seperti berhenti sejenak di rest area dinilai jauh lebih aman dibandingkan memaksakan perjalanan dalam kondisi tidak fit.Pemudik menyantap makanan saat waktu sahur di rest area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Jumat (28/3/2025). Foto: ANTARA FOTO/FauzanPada kondisi tersebut pula penumpang wajib mengingatkan pengemudi untuk beristirahat dan tidak memaksakan terus mengemudi. Umumnya pengemudi kerap mengelak saat dirinya sudah mengantuk dan kelelahan.Sehingga penumpang punya peran penting untuk memantau dan mengingatkan pengemudi yang kelelahan saat perjalanan jauh.