Elektrifikasi Kendaraan ala Prabowo Bisa Redam Krisis Energi, Tapi Ada Syaratnya

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo Subianto menyapa wartawan saat bersiap menyambut kedatangan mantan presiden untuk bersilahturahmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTOPresiden Prabowo Subianto berambisi mengubah seluruh kendaraan yang digunakan masyarakat menjadi berbasis listrik dinilai bisa mengantisipasi krisis migas yang kerap terjadi ketika pecahnya konflik geopolitik global.Managing Director Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, mengatakan implementasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia bisa menjadi strategi tepat, jika diikuti oleh komitmen yang tegas."Kendaraan listrik adalah strategi tepat bila tidak mau hanya mengulang krisis migas. Dalam 4 tahun terakhir saja sudah terjadi dua krisis besar yang akan terus berulang," katanya saat dihubungi kumparan, Rabu (25/3).Perang antara AS-Israel dan Iran kian memanas, menyebabkan disrupsi produksi hingga rantai pasok migas di wilayah Timur Tengah. Hal ini menyebabkan lonjakan harga minyak mentah menjadi di atas USD 100 per barel, melebihi asumsi makro pada APBN 2026.Putra menjelaskan, komitmen politik (political will) dalam transisi energi, termasuk pada sektor transportasi, perlu ditegaskan pemerintah agar subsidi BBM tidak selalu jebol setiap krisis terjadi."Selalu ada alasan pemerintah kesulitan anggaran, tetapi krisis seperti ini dengan mudah menggerus Rp 500 miliar APBN per hari selama harga minyak di atas USD 100. Sehingga komitmen politik jangka panjang akan jadi kunci," tegasnya.Presiden Prabowo Subianto menandatangani kendaraan taktis (rantis) MV3 berbasis listrik buatan PT Pindad, Pandu saat pameran Indo Defence Expo dan Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTOKendati demikian, Putra menilai keseriusan pemerintah utamanya dapat diukur oleh pembangunan infrastruktur pengisian atau charging station yang bisa memberi ketenangan bagi pengguna. Selain itu, kampanye atau sosialisasi kepada publik perlu terus diperkuat.Di sisi lain, dia menyebutkan pembangunan industri EV harus dimonitor serius dan jangan sampai didominasi barang impor yang tidak memberikan nilai tambah besar bagi industri Indonesia."Subsidi harus dilakukan dengan hati-hati untuk kendaraan yang tepat dan berkualitas serta mengevaluasi keberhasilan subsidi terdahulu dalam menggerus penggunaan BBM bersubsidi," jelas Putra.Sementara itu, Ketua Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) UI, Ali Ahmudi, mengatakan secara konseptual, elektrifikasi kendaraan merupakan langkah strategis dalam transisi energi dan dekarbonisasi di sektor transportasi."Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala struktural, antara lain keterbatasan infrastruktur pengisian, kesiapan sistem ketenagalistrikan, disparitas daya beli masyarakat, serta ketergantungan pada teknologi impor," ungkapnya.Kemudian, menurut Ali, pekerjaan besar juga terletak pada proses industrialisasi. Pemerintah diharapkan dapat membuat kebijakan yang diarahkan pada pembangunan rantai nilai (value chain) baterai yang terintegrasi, penguatan kapasitas riset dan inovasi domestik, serta skema kemitraan global yang memastikan alih teknologi."Pendekatan transisi menuju era kendaraan listrik harus dilakukan secara bertahap dan berbasis kesiapan ekosistem. Hal tersebut akan menjadi kunci agar implementasi berjalan efektif dan berkelanjutan," tandas Ali.Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiahi Presiden Prabowo Subianto Mobil Listrik Togg T10X di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat PresidenSebelumnya, Presiden Prabowo Subianto merencanakan percepatan penggunaan kendaraan listrik secara menyeluruh, mulai dari motor hingga truk, sebagai bagian dari upaya efisiensi energi. Kebijakan tersebut juga bertujuan agar konsumsi BBM dapat ditekan.“Tapi the whole plan is, semua motor kita akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik,” ujar Prabowo dalam acara Presiden Prabowo Menjawab dengan jurnalis senior dan pengamat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3).“Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lu pakai bensin, lu bayar aja harga dunia. Mau 200 dolar ya kan, lu orang kaya kok, yang lain?" tuturnya.Menurut Prabowo, peralihan ke kendaraan listrik dapat menjadi langkah besar bagi Indonesia, terutama dalam menekan biaya energi."Kita sudah bikin simulasi, ternyata si yang naik motor kalau dia pakai listrik, pengeluarannya tinggal 20 persen, seperlima. Jadi this is our game changer. Ini game changer,” kata dia.