TVRI Buka Peluang Siarkan Piala Dunia di YouTube, Hanya di Akun Resmi

Wait 5 sec.

Plt Dirut LPP TVRI Rika Damayanti bersama Direktur Teknik Bernardus Satriyo dan Chief Editor Siaran Piala Dunia Usman Kansong menyampaikan keterangan pers di TVRI (25/3). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOTVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia membuka peluang untuk menyiarkan via platform YouTube. Jika hal ini terealisasi, siaran via Youtube hanya akan disajikan di akun resmi TVRI.Pemimpin Redaksi Siaran Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, menjelaskan bahwa pihaknya sudah berbicara dengan FIFA terkait hal ini. Namun, TVRI masih menimbang dampak baik-buruk dari siaran via Youtube."Terkait dengan YouTube ya. Jadi TVRI kemarin tanggal 23 itu mengikuti workshop Piala Dunia di Singapura dan isu itu kami tanyakan langsung kepada FIFA. Dan kita mendapat jawaban bahwa yang dimaksud live 10 menit pertama di YouTube dan juga mungkin TikTok, itu adalah di akun pemegang hak siar," kata Usman Kansong dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/3)."Jadi di akunnya TVRI, bukan di akun-akun yang lain gitu. Nah, jadi nanti TVRI juga akan menimbang-nimbang, kalau itu kira-kira berdampak positif atau berdampak negatif. Dan kita berharap dampak positif, kan begitu. Jadi bisa me-drive penonton, bisa me-drive iklan, itu kita akan menayangkan di akun YouTube TVRI. Tapi kalau dirasa tidak, ya ini sifatnya kan terserah kepada pemegang hak siar. Jadi FIFA menyampaikan seperti itu," jelasnya.Pemain Argentina Lionel Messi beraksi bersama pemain Prancis Kingsley Coman dan Randal Kolo Muani pada final Piala Dunia 2022, di Stadion Lusail, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022). Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERSUsman Kansong juga menjelaskan bahwa terkait siaran di YouTube, menjadi hak dari pemegang hak siar di masing-masing negara. Dalam hal ini, TVRI sebagai pemegang hak siar di Indonesia."Jadi apa yang diberitakan ya perlu kita sampaikan yang sebenarnya seperti apa gitu. Jadi bukan akses yang bebas YouTube-nya itu, bukan. Tapi ditayangkan di akun pemegang hak siar. Artinya kalau di Indonesia, TVRI. kalau di negara lain ya siapa yang pemegang hak siar, akun TV tersebutlah yang menayangkannya. Kira-kira seperti itu. Ya, jadi sudah mudah-mudahan masyarakat bisa mendapatkan pemahaman yang sudah kita konfirmasi langsung kepada FIFA," jelasnya.