Ardika Dwitama, Pastry Chef August Jakarta. Foto: @august_jkt/InstagramRestoran August kembali membawa kabar membanggakan bagi dunia kuliner Indonesia. Tahun ini, restoran yang didirikan oleh Hans Christian dan Budi Cahyadi itu kembali masuk dalam daftar Asia’s 50 Best Restaurants. Ini menjadi kali ketiga August menembus daftar 50 besar, setelah sebelumnya sempat berada di posisi 100 besar pada 2023. Tak hanya itu, tahun ini August juga dinobatkan sebagai Restoran Terbaik di Indonesia 2026. Pencapaian ini semakin lengkap dengan terpilihnya Chef Ardika Dwitama sebagai Pastry Chef Terbaik di Asia 2026.Di balik pencapaian tersebut, peran Ardika sebagai Head Pastry Chef turut memberi warna tersendiri. Lewat kreasi dessert-nya, August semakin bersinar di panggung kuliner internasional.Restoran August asal Jakarta masuk 50 daftar Restoran Terbaik di Asia 2026 yang digelar di Kerry Hotel, Hong Kong, Rabu (25/3) Foto: Ela Nurlaela/kumparanMenurut Ardika, ide di balik dessert August yang ia dan tim kreasikan berangkat dari keyakinan bahwa kekayaan bahan Indonesia layak mendapat panggung lebih besar. Di mana buah-buahan tropis dan rempah diolah dengan pendekatan modern, namun tetap mempertahankan cita rasa aslinya.“Kalau di August, kita banyak pakai produk lokal. Buah-buahan dan spices sebisa mungkin dari Indonesia, karena kita ingin meng-highlight bahan-bahan tersebut,” kata Ardika saat ditemui di sela-sela acara Asia’s 50 Best Restaurants 2026 yang digelar di Kerry Hotel Hong Kong, Rabu (25/3). Tak hanya soal bahan, pendekatan terhadap rasa manis juga menjadi perhatian bagi chef lulusan Le Cordon Bleu College Australia tersebut. Berbeda dengan dessert pada umumnya yang identik dengan rasa manis yang kuat, August justru memilih pendekatan yang lebih seimbang.“Kita lebih banyak pakai natural sugar seperti palm sugar, honey, dan lainnya,” jelasnya.Restoran August asal Jakarta masuk 50 daftar Restoran Terbaik di Asia 2026 yang digelar di Kerry Hotel, Hong Kong, Rabu (25/3) Foto: Ela Nurlaela/kumparanMeski terdengar ideal, perjalanan ini tentu bukan tanpa tantangan. Bagi Ardika, di dunia fine dining yang lekat dengan penggunaan bahan impor, menjadikan bahan lokal sebagai bintang utama bukanlah hal yang mudah.“Tantangannya bagaimana bahan lokal ini bisa lebih bersinar dibanding cokelat dari Prancis atau buah dari Eropa. Kita ingin mengenalkan itu (bahan-bahan dari Indonesia),” kata Ardika.Di tengah berbagai tantangan, Ardika bercerita bahwa menjaga kualitas menjadi prioritas utama di August. Menurutnya, salah satu caranya adalah terus berinovasi, termasuk rutin mengganti menu setiap 5-6 bulan tanpa mengulang hidangan yang sama.“Kita selalu mencoba untuk kreatif bersama tim. Kita juga mendedikasikan waktu lebih untuk menciptakan menu yang baru, inovatif, dan tetap menonjolkan sisi Indonesianya,” ujarnya.Selamat, chef!