Ilustrasi Vietnam Airlines. Foto: ShutterstockMaskapai nasional Vietnam Airlines mengumumkan pengurangan signifikan pada layanan penerbangan domestik mulai 1 April 2026. Dilansir Travel & Leisure, keputusan ini diambil sebagai respons terhadap terbatasnya pasokan bahan bakar avtur, serta kenaikan harga yang dipicu oleh krisis di kawasan Timur Tengah.Dalam kebijakan terbaru tersebut, Vietnam Airlines akan menghentikan sejumlah rute domestik, dan mengurangi total 23 penerbangan setiap pekan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi rencana perjalanan wisatawan, baik domestik maupun internasional, khususnya yang berencana mengunjungi wilayah Asia Tenggara dalam waktu dekat.Ilustrasi Vietnam Airlines. Foto: ShutterstockBerdasarkan keterangan dari Civil Aviation Authority of Vietnam, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas operasional sektor penerbangan nasional. Vietnam Airlines diminta memprioritaskan rute-rute yang memiliki peran penting dalam konektivitas nasional, perdagangan, hubungan luar negeri, serta pariwisata utama.Sejumlah rute yang dinilai tidak terlalu krusial untuk sementara dihentikan. Di antaranya adalah penerbangan dari Hai Phong menuju Buon Ma Thuot, Cam Ranh, Phu Quoc, dan Can Tho, serta rute dari Ho Chi Minh City ke Van Don, Rach Gia, dan Dien Bien.Pihak maskapai mengakui bahwa kebijakan ini akan berdampak pada mobilitas masyarakat, terutama menjelang periode perjalanan wisata. Ilustrasi Vietnam Airlines. Foto: ShutterstockPenumpang kemungkinan akan menghadapi keterbatasan pilihan penerbangan, perubahan jadwal, hingga potensi keterlambatan dalam beberapa pekan ke depan, setidaknya hingga situasi pasokan bahan bakar kembali normal.Di sisi lain, tekanan biaya operasional juga dirasakan oleh maskapai lain. Survei yang dilakukan otoritas penerbangan Vietnam menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen maskapai internasional dan regional, telah menerapkan atau berencana memberlakukan biaya tambahan bahan bakar. Penyesuaian tarif ini diperkirakan mulai berlaku secara luas sejak pertengahan Maret hingga awal April 2026.Selain Vietnam Airlines, sejumlah maskapai domestik Vietnam juga tengah menyiapkan kebijakan serupa, khususnya untuk penerbangan internasional. Langkah ini diambil guna menjaga keberlanjutan operasional, di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.Situasi ini menjadi sinyal bahwa krisis energi global tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga pada ketersediaan layanan transportasi udara, yang pada akhirnya berpengaruh langsung terhadap sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat.