Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjawab pertanyaan wartawan soal Andilan Kebo, soal penitipan kendaraan di kantor-kantor Pemprov DKI, soal permintaan penambahan armada bus Blok M-Soetta, Rabu (18/3). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparanGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan program mudik ke Jakarta yang diinisiasi Pemprov DKI berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan dan penggunaan transportasi umum selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah.Pramono menyebut, lonjakan mobilitas ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus beraktivitas di Ibu Kota.Peningkatan tersebut, kata Pramono, terlihat dari tingginya angka kunjungan ke berbagai destinasi wisata serta melonjaknya jumlah pengguna moda transportasi publik, seperti MRT dan LRT. Pemprov DKI menilai tren ini sebagai sinergi positif antara kebijakan mobilitas dan daya tarik pariwisata Jakarta."Program Mudik ke Jakarta tidak hanya mendorong pergerakan ekonomi, tetapi juga meningkatkan penggunaan transportasi publik secara signifikan," kata Pramono kepada wartawan, Sabtu (28/3).Sejumlah pengunjuk bersantap makan di kawasan Taman Margasatwa Ragunan pada Sabtu (28/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparanPramono mengatakan pengguna MRT mencapai 135.117 penumpang atau meningkat sekitar 59 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, LRT mencatat 9.987 penumpang atau naik sekitar 6 persen.Di sektor pariwisata, lonjakan pengunjung juga terjadi di sejumlah destinasi unggulan. Kawasan Monas mencatat 126.790 pengunjung, Ragunan 222.991 pengunjung, dan Ancol sekitar 155.000 pengunjung selama masa libur Lebaran."Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menikmati Jakarta sebagai destinasi wisata sekaligus kota aktivitas," kata dia."Sampai sebelum Lebaran, nilai transaksi program ini mencapai sekitar Rp21 triliun. Kami berharap hingga 31 Maret dapat melampaui Rp 25 triliun," tambahnya.Sejumlah penumpang memadati Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparanPramono mengatakan pihaknya memastikan peningkatan mobilitas tersebut tetap diimbangi dengan pelayanan publik yang optimal. "Selama periode mudik hingga Lebaran, pelayanan publik berjalan baik dan tidak ada keluhan signifikan dari masyarakat," ujarnya.Lebih lanjut, Pramono mengatakan Pemprov DKI juga akan menerapkan kebijakan fleksibilitas kerja sesuai arahan pemerintah pusat. Skema work from office (WFO) dan work from anywhere (WFA) masih diberlakukan dalam masa transisi pascalibur Lebaran."Pengaturan ini bertujuan menjaga keberlanjutan layanan publik agar tetap berjalan baik. Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meski ada fleksibilitas kerja," tuturnya.Ia juga menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan bekerja, dengan tetap memperhatikan kesiapan masing-masing."Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi harus diimbangi kesiapan dan kapasitas untuk bekerja. Kami ingin setiap orang yang datang dapat berkontribusi positif," pungkasnya.