Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya usai meninjau pasar murah di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/3). Foto: Zamachsyari/kumparanSekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan pemerintah membagikan sebanyak 100 ribu kupon kepada masyarakat dalam kegiatan pasar murah di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/3).Ia menyebut setiap kupon memiliki nilai Rp 500 ribu yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sembako maupun belanja produk UMKM."Tadi ada kita berikan kupon, 100.000 kupon. Satu kupon itu Rp 500.000. Jadi ada untuk sembako, ada juga untuk barang. Barangnya apa? Nah, sekalian juga untuk menghidupkan UMKM-UMKM, pedagang-pedagang. Nah, dari ada Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Ular, kemudian beberapa pasar lain se-Jabodetabek melalui Pak Menteri UMKM, Pak Maman, dibawa ke sini, mereka jualan, kita beli barangnya," kata Teddy usai meninjau kegiatan pasar murah di Monas, Sabtu (28/3).Personel kepolisian menggendong seorang anak saat orang tuanya antre menukar sembako pada Pasar Murah untuk Rakyat di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOTeddy menjelaskan, masyarakat yang datang ke lokasi acara dapat memperoleh kupon secara gratis dan menukarkannya langsung di area bazar."Nah, kemudian masyarakat yang datang gratis, diberikan kupon, kemudian mereka menukarkan kupon itu gitu ya. Itu yang untuk barang," ujarnya.Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di momen Lebaran."Untuk apa? Jadi Bapak Presiden ingin, ya berbagi kebahagiaanlah. Ada warga-warga dari daerah belikan anaknya baju ya kan, baju Lebaran, sepatu, tas, perlengkapan sekolah, alat ibadah dan sebagainya. Intinya kira-kira begitu," ucap dia.Warga menunjukkan kupon sembako saat antre pada Pasar Murah untuk Rakyat di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOTeddy merinci, nilai dalam satu kupon dibagi menjadi dua bagian, yakni untuk kebutuhan pokok dan pembelian barang."Ya, jadi untuk tadi satu kupon Rp 500.000; Rp 300.000-nya itu berupa sembako, kemudian Rp 200.000-nya itu bisa dibelikan, ditukarkan dengan barang-barang yang dari UMKM, pedagang-pedagang kecil. Kira-kira itu," tandas dia.