Ilustrasi Kapal Tanker. Foto: Shutter StockIzin pelayaran kapal Asia di Selat Hormuz menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (29/3). Selain itu, lolosnya dua tanker LPG India dari jalur strategis tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Daftar Negara di Asia yang Kapalnya Diizinkan Iran Lewat Selat HormuzIran dilaporkan mulai membuka akses terbatas bagi sejumlah negara Asia untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini hadir di tengah ketegangan kawasan yang sempat mengganggu jalur distribusi energi global, dengan izin diberikan secara selektif pasca-komunikasi dan kesepakatan terkait keamanan pelayaran. Langkah ini dipandang sebagai upaya meredakan risiko terhadap rantai pasok energi global.Sejumlah negara telah memperoleh sinyal positif atau izin melintas. Pakistan dilaporkan mendapat izin untuk 20 kapal.“Saya dengan senang hati menyampaikan kabar baik bahwa Pemerintah Iran telah setuju mengizinkan 20 kapal tambahan berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz, dua kapal akan melintas setiap hari,” tulis Ishaq, dikutip Minggu (29/3).Sementara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mengumumkan izin bagi kapal-kapal Malaysia setelah komunikasi dengan pemimpin kawasan. Thailand melalui Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memastikan kapal tankernya kini dapat melintas, mengurangi kekhawatiran pasokan energi di negara tersebut.Indonesia juga menerima sinyal positif untuk kapal-kapal Pertamina setelah koordinasi intensif, meskipun dua tanker, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih menunggu kesiapan teknis. India, yang menjadi salah satu negara yang paling terdampak, berhasil meloloskan dua kapal tanker LPG pada 15 Maret, meskipun masih ada 22 kapal berbendera India yang tertahan di Teluk Persia, menunjukkan kompleksitas situasi pasokan energi di kawasan.Dua Tanker LPG India Lolos dari Selat Hormuz, Pasokan Mulai MengalirIlustrasi tanker LNG. Foto: Stefan Dinse/ShutterstockDua kapal tanker yang membawa gas minyak cair (LPG) tujuan India dilaporkan berhasil keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz, menambah jumlah kapal yang dapat melintasi jalur krusial ini. Kapal berbendera India, BW Tyr dan BW Elm, yang mengangkut bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga, terdeteksi di luar ujung utara Semenanjung Oman. Selama pelayaran, kedua kapal tersebut menyalakan transponder yang menunjukkan kepemilikan dan awak kapal asal India sebagai langkah keamanan standar."Selama pelayaran, keduanya menyalakan transponder yang menunjukkan kepemilikan dan awak kapal asal India, langkah yang kini menjadi standar keamanan," tulis Bloomberg.Peristiwa ini memiliki signifikansi ekonomi besar mengingat ketergantungan India yang tinggi pada impor LPG dari Teluk Persia, di mana negara tersebut menghadapi kekurangan pasokan serius. Kelancaran perlintasan kapal-kapal ini umumnya terjadi setelah adanya pembicaraan diplomatik antara pemerintah New Delhi dan Teheran, menunjukkan bahwa diplomasi berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi.Meskipun demikian, volume kargo tambahan ini diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar satu hari, mengindikasikan bahwa tekanan pasokan LPG di India masih tinggi dan memerlukan solusi jangka panjang. Data ini menyoroti kerentanan rantai pasok global dan dampak ketegangan geopolitik terhadap ketersediaan komoditas vital.