Daftar Negara di Asia yang Kapalnya Diizinkan Iran Lewat Selat Hormuz

Wait 5 sec.

Ilustrasi - Selat Hormuz. Foto: artemegorovv/ShutterstockIran mulai membuka akses terbatas Selat Hormuz bagi sejumlah negara Asia di tengah ketegangan kawasan yang sempat mengganggu jalur distribusi energi global. Kebijakan ini dilakukan secara selektif, seiring mulai adanya komunikasi dan kesepakatan dengan beberapa negara terkait keamanan pelayaran.Sejumlah negara Asia pun telah memperoleh izin melintas maupun sinyal positif dari Iran agar kapal-kapalnya dapat kembali melewati jalur strategis tersebut. Berikut daftar negara yang kapalnya telah diizinkan atau mulai melintas di Selat Hormuz, Minggu (29/3). PakistanIran dilaporkan memberikan izin bagi 20 kapal berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, melalui unggahannya di platform X.“Saya dengan senang hati menyampaikan kabar baik bahwa Pemerintah Iran telah setuju mengizinkan 20 kapal tambahan berbendera Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz; dua kapal akan melintas setiap hari,” tulis Ishaq, dikutip Minggu (29/3).Ia menilai langkah tersebut sebagai gestur positif dan konstruktif dari Iran serta diharapkan dapat membantu menciptakan stabilitas di kawasan.MalaysiaPerdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan perombakan kabinet di Malaysia, Selasa (16/12/2025). Foto: Kantor Perdana Menteri Malaysia/HO/AntaraPerdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan Iran telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia melintasi Selat Hormuz. Izin tersebut diperoleh setelah Anwar melakukan komunikasi dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki, dan negara-negara lain di kawasan pada Kamis (26/3).Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Anwar mengucapkan terima kasih kepada Presiden Iran atas izin tersebut.ThailandThailand juga memperoleh izin dari Iran, sehingga kapal tankernya kini dapat melintasi Selat Hormuz di tengah ketegangan kawasan yang berdampak pada rantai pasok energi global.Kesepakatan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam konferensi pers di Bangkok, Sabtu (28/3).“Kesepakatan telah dicapai agar kapal tanker minyak Thailand dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,” ujarnya.Ia menilai kesepakatan tersebut dapat meredakan kekhawatiran atas gangguan pasokan energi.IndonesiaPeresmian Tanker Raksasa Pertamina Pride. Foto: PertaminaUntuk Indonesia, Iran juga memberikan sinyal positif bagi kapal nasional agar dapat kembali melintasi Selat Hormuz setelah sempat tertahan akibat konflik.“Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” kata Jubir I Kemlu, Yvonne Mewengkang.Kabar tersebut disambut oleh PT Pertamina International Shipping yang tengah membahas aspek teknis. Dua kapal tanker, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih menunggu kesiapan teknis sebelum dapat melintas dengan aman.IndiaSebuah perahu mendekati kapal kontainer Marsa Victory berbendera St Kitts dan Nevis saat berlayar di perairan Selat Hormuz di lepas pantai Khasab di semenanjung Musandam utara Oman pada 25 Juni 2025. Foto: Giuseppe Cacace/AFPIndia juga menjadi salah satu negara yang kapalnya mulai diizinkan melintasi Selat Hormuz. Pada 15 Maret, dua kapal tanker LPG India berhasil melewati selat tersebut setelah mendapatkan jaminan keamanan dari Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan kedua kapal tersebut diizinkan melintas di tengah kondisi selat yang sempat terganggu. Namun, ia juga mengungkapkan masih terdapat 22 kapal berbendera India yang tertahan di Teluk Persia, terdiri dari kapal LPG, LNG, dan tanker minyak mentah.Perkembangan terbaru menunjukkan dua kapal LPG India, BW Tyr dan BW Elm, telah keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz dan melanjutkan perjalanan menuju India, berdasarkan data pelacakan kapal, Minggu (29/3).