Kenapa Manusia Tidak Bisa Mengingat Masa Bayi? Ini Alasannya. Foto: ShutterstockPernahkah Anda terpikir kenapa kita hampir tidak punya kenangan saat masih bayi? Tapi di sisi lain, kita justru bisa mengingat lirik lagu masa remaja dengan sangat jelas, bahkan setelah puluhan tahun.Jawabannya berkaitan dengan cara memori berkembang seiring pertumbuhan otak, Moms. Sejak lahir, otak manusia belum terbentuk sepenuhnya. Proses pematangan ini terus berlangsung, terutama pada masa kanak-kanak hingga remaja.Perkembangan inilah yang memengaruhi bagaimana kita menyimpan dan mengingat pengalaman. Seiring otak berkembang, kemampuan memori pun ikut terbentuk dan semakin kuat. Itu sebabnya, ingatan dari masa-masa tertentu terasa lebih melekat dibandingkan periode awal kehidupan.Ilustrasi ibu bersama bayi. Foto: sutlafk/ShutterstockCoba ingat kembali, apakah Anda bisa mengingat ulang tahun pertama atau kedua? Bagi kebanyakan orang, jawabannya tidak. Bahkan, ingatan sebelum usia tiga tahun umumnya hampir tidak ada.Mengenal Amnesia InfantilMemori pada rentang usia tiga hingga tujuh tahun pun biasanya masih samar dan belum utuh. Fenomena ini dikenal sebagai amnesia infantil, yaitu kondisi ketika otak belum mampu menyimpan dan mengingat pengalaman masa awal kehidupan secara jelas.Meski sering tidak diingat saat dewasa, bayi dan anak kecil sebenarnya sudah mampu membentuk memori, baik yang bersifat implisit (kebiasaan atau keterampilan) maupun eksplisit (peristiwa yang dialami).Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Art_Photo/ShutterstockNamun, kemampuan menyimpan ingatan dalam jangka panjang berkembang secara bertahap seiring usia. Misalnya, bayi usia enam bulan hanya mampu mengingat dalam waktu singkat. Seiring bertambahnya usia, daya ingat mereka pun menjadi lebih lama dan kuat.Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa meski ingatan awal tampak “hilang”, jejaknya tetap tersimpan di otak. Dalam kondisi tertentu, memori ini bisa muncul kembali. Hal ini juga menjelaskan mengapa pengalaman, terutama yang bersifat traumatis di masa kecil, dapat memengaruhi perilaku hingga dewasa dan meningkatkan risiko gangguan mental.Amnesia Infantil dan Perkembangan Otak ManusiaIlustrasi keluarga bahagia Foto: ShutterstockPenelitian pada hewan seperti tikus dan monyet menunjukkan bahwa amnesia infantil tidak hanya terjadi pada manusia. Fenomena ini tampaknya umum pada makhluk yang otaknya masih berkembang setelah lahir.Pada manusia, otak bayi baru mencapai sekitar seperempat ukuran otak dewasa, lalu tumbuh pesat hingga sekitar tiga perempatnya di usia dua tahun. Pertumbuhan ini berkaitan dengan perkembangan neuron serta pembentukan dan penyusunan ulang koneksi di dalam otak.Salah satu bagian penting dalam proses ini adalah hipokampus, yaitu pusat pembentukan memori episodik. Pada masa kanak-kanak, area ini sangat aktif menghasilkan neuron baru yang kemudian bergabung dalam jaringan memori. Namun, tingginya produksi neuron diduga membuat ingatan lama lebih mudah “terganggu” atau tergantikan oleh koneksi baru. Inilah salah satu alasan mengapa kita cenderung sulit mengingat pengalaman di masa awal kehidupan.Tahapan Perkembangan Memori dari Bayi hingga DewasaIlustrasi keluarga bahagia. Foto: ShutterstockSejak lahir hingga usia satu tahun, bayi mulai mampu mengingat peristiwa dalam waktu singkat. Kapasitas ini kemudian bertambah secara perlahan.Memasuki usia satu hingga dua tahun, daya ingat menjadi lebih tahan lama. Lalu pada usia 2-3 tahun, memori deklaratif yang berkaitan dengan fakta dan pengalaman mulai berkembang pesat.Di usia 4-7 tahun, anak mulai memiliki memori prospektif, yaitu kemampuan mengingat untuk melakukan sesuatu di masa depan. Kemampuan mengingat fakta dan memahami ruang juga meningkat pada usia delapan hingga sepuluh tahun.Selanjutnya, pada usia 10 hingga 12 tahun, memori jangka panjang semakin kuat, termasuk kemampuan untuk mengontrol atau menekan ingatan tertentu. Memasuki remaja hingga dewasa awal (13–21 tahun), memori kerja dan memori prospektif berkembang lebih optimal, sehingga mendukung kemampuan berpikir dan perencanaan yang lebih kompleks.