BorneoFlash.com, JAKARTA – Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengajak generasi muda untuk ikut mengawal pembangunan IKN sekaligus melawan penyebaran disinformasi dan hoaks terkait proyek strategis nasional tersebut.Ajakan itu disampaikan Troy saat berdiskusi bersama generasi muda dalam kegiatan IKN Youth Forum bertema “Mengawal Infrastruktur IKN, Menata Masa Depan Pendidikan Indonesia” yang digelar bersama komunitas Gen Smart Indonesia di Kantor Perwakilan Otorita IKN Jakarta, pada Kamis (30/4/2026).Forum tersebut menjadi ruang dialog interaktif untuk membahas perkembangan pembangunan IKN sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dan rasa ingin tahu generasi muda mengenai arah pembangunan nasional ke depan.Dalam paparannya, Troy menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang benar mengenai IKN di tengah maraknya disinformasi di media sosial.“Kami selalu menyampaikan kepada siapa pun yang berkunjung ke IKN atau berdiskusi tentang IKN, sampaikanlah informasi yang benar. Karena kami banyak menghadapi informasi yang dipelintir, disinformasi, bahkan hoaks,” ujarnya.Menurut Troy, dukungan media, pemangku kepentingan, dan generasi muda sangat membantu dalam menyebarkan informasi yang akurat mengenai pembangunan IKN.Ia juga memastikan pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana dan tidak pernah dihentikan maupun diperlambat.“Perlu saya tegaskan, pembangunan IKN terus berjalan. Tidak pernah ada pernyataan resmi bahwa pembangunan ditunda, diperlambat, atau dihentikan. Semua sudah diatur dalam undang-undang dan diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan nasional, termasuk IKN,” jelasnya.Saat ini, pembangunan IKN telah mencakup kawasan eksekutif, termasuk Istana Presiden, Kantor Presiden atau Istana Garuda, serta berbagai infrastruktur pendukung bagi presiden, wakil presiden, dan kementerian. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif guna memperkuat fungsi trias politika di IKN.Troy menilai IKN bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya membangun peradaban baru Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.“Pada 2045, saat Indonesia mencapai masa emas, generasi muda saat ini akan berada pada usia produktif dan menjadi pengelola IKN. IKN bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi peradaban baru Indonesia,” ungkapnya. lihat foto Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara, Troy Pantouw dalam kegiatan IKN Youth Forum bersama komunitas Gen Smart Indonesia di Kantor Perwakilan Otorita IKN Jakarta, pada Kamis (30/4/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKNSelain pembangunan infrastruktur, Otorita IKN juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satunya dilakukan lewat program pendampingan pendidikan bekerja sama dengan sejumlah lembaga, termasuk program INOVASI bersama Pemerintah Australia.Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya dalam aspek literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.“Jadi, kita tidak berhenti pada pembangunan fisik, pembangunan manusianya juga kita lakukan,” kata Troy.Dalam forum tersebut, praktisi dan pemerhati kecerdasan artifisial, Romeo Matthew, turut mengingatkan pentingnya berpikir kritis dalam penggunaan AI dengan tetap mengedepankan etika, transparansi, dan tanggung jawab.Otorita IKN juga telah menyusun peta jalan pendidikan secara komprehensif, termasuk penerapan wajib belajar 13 tahun di kawasan IKN yang mencakup satu tahun pendidikan pra-sekolah sebelum jenjang sekolah dasar.Dalam sesi diskusi, peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan kritis, termasuk terkait perlindungan keanekaragaman hayati dan satwa endemik seperti orangutan.Menanggapi hal itu, Troy menegaskan komitmen Otorita IKN dalam menjaga kelestarian lingkungan dan habitat satwa.“Kami sangat melindungi lingkungan hidup, termasuk soal satwa. Jadi tidak usah khawatir, komitmen kami sangat tinggi untuk satwa-satwa,” tegasnya.Otorita IKN diketahui bekerja sama dengan berbagai lembaga konservasi, di antaranya Borneo Orangutan Survival Foundation dan Yayasan Arsari. Upaya yang dilakukan meliputi reforestasi, rewilding, perlindungan habitat, pelarangan perburuan, hingga pembangunan jembatan satwa untuk menjaga konektivitas ekosistem.Melalui forum ini, Otorita IKN berharap generasi muda dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang benar sekaligus aktif mengawal pembangunan IKN menuju Indonesia Emas 2045. (*/Humas Otorita IKN)